Aceh Tengah Maksimalkan Program P2L Dan KMP

55

Takengon – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah memaksimalkan program pekarangan pangan lestari dan kawasan mandiri pangan untuk menguatkan ketahanan pangan di daerah, sekaligus sebagai salah satu upaya mendukung program Pemerintah Aceh mewujudkan Gerakan Aceh Mandiri Pangan (GAMPANG) yang Juli lalu diluncurkan Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

“Lewat program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) serta Kawasan Mandiri Pangan (KMP) masyarakat didorong memanfaatkan pekarangan untuk kegiatan bercocok tanam, selain bertujuan untuk penguatan pangan masyarakat tetapi juga untuk perbaikan ekonomi warga dan merupakan salah satu upaya mendukung Program Gerakan Aceh Mandiri Pangan (GAMPANG)”.

Demikian disampaikan Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar ketika berkesempatan memberikan kata sambutan dalam rangka menghadiri acara penyerahan bantuan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan Kawasan Mandiri Pangan (KMP) bertempat di Kampung Arul Gele Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu, 05/09/2020.

Saat menyerahkan bantuan P2L kepada beberapa Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan Dinas Pangan Aceh dan Dinas Pangan Kabupaten Aceh Tengah, Shabela mengatakan, Pelaksanakan kegiatan penyerahan bantuan tersebut adalah dalam rangka mendorong upaya peningkatan ketahanan pangan masyarakat, terutama dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Menurut hemat kami, kekuatan ketahanan pangan dalam menghadapi kondisi pandemi Covid-19 harus dimulai dari ketahanan pangan keluarga, oleh karena itu kita terus mendorong masyarakat untuk mampu memproduksi pangan dari pekarangan sendiri, salah satunya melalui program P2L ini” katanya.

Selanjutnya selain program kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L), kegiatan pengembangan Kawasan Mandiri Pangan (KMP) juga merupakan program peningkatan ketahanan pangan yang dilakukan di daerah rentan pangan dengan karakteristik terbatasnya sumber daya modal, akses teknologi dan infrastruktur pedesaan, dengan mewujudkan pemberdayaan masyarakat mandiri pangan serta membangun perekonomian berbasis pertanian atau menumbuhkan lembaga ekonomi produktif masyarakat.

“Saat ini, kita bekerjasama dengan Pemerintah Aceh sedang menggalakkan program GAMPANG, dengan fokus pada sentra Jagung dan Perikanan Darat, sementara dari tingkat Nasional dicanangkan sebagai daerah cadangan logistik starategis, berupa budidaya Padi dan Singkong, yang pada saat ini sedang digarap di daerah Karang Ampar Kecamatan Ketol dengan luas lahan sekitar 36 ribu hektar” lanjutnya.

Keseluruhan program kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan dan upaya pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam mengatasi krisis pangan akibat terjadinya wabah covid-19.

Akhirnya Bupati Aceh Tengah mengharapkan melalui program Pekarangan Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan dapat memotivasi pemanfaatan lahan pekarangan untuk peningkatan ketahanan pangan, dengan konsep kegiatan tersebut dapat menjadi jembatan untuk meningkatkan pendapatan, menjaga ketahanan pangan keluarga dan mempengaruhi ketahanan pangan Nasional.

Bupati juga meminta kepada Dinas Pangan agar terus melakukan koordinasi dengan semua pihak, baik itu pihak Pemerintah Kabupaten, dinas terkait, kecamatan dan kampung serta para anggota kelompok masyarakat tani guna memonitoring perkembangan maupun kebutuhan petani dalam pengembangan pertanian dan lahan pekarangan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar turut juga mendampingi Ketua TP-PKK Aceh Tengah, Puan Ratna meresmikan Rumah Bibit dan lapangan Demontrasi Plot (Demplot) garapan Kelompok Wanita Tani (KWT) Rahayu Kampung Arul Gele Kecamatan Silih Nara binaan Dinas Pangan Kabupaten Aceh Tengah, yang merupakan Kampung pilot projek tahun 2020 dalam rangka mendukung program P2L dan KMP di Kabupaten Aceh Tengah. (HMA/Humas)