Aceh Tengah Terima Penghargaan Sebagai Kabupaten Dengan Inovasi Wisata Layak Anak

65

Takengon – Usai menerima informasi penganugerahan Kabupaten Aceh Tengah sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) Tingkat Pratama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Kabupaten Aceh Tengah kembali menerima penghargaan prestisius dari Pemerintah Aceh.

Kali ini penghargaan diterima oleh Kabupaten penghasil Kopi Arabica terbaik di Indonesia itu atas prestasinya menghadirkan inovasi dibidang pariwisata sebagai satu-satunya Kabupaten/Kota di Aceh dengan konsep Wisata Layak Anak.

Plakat Penghargaan yang diserahkan oleh Gubernur Aceh, Nova Iriansyah disela-sela acara Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2021 tersebut, diterima secara simbolis oleh Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman yang mewakili 12 Kabupaten/Kota penerima anugerah penghargaan berbagai katagori, Kamis (29/07) siang di Banda Aceh.

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar yang turut menyaksikan penerimaan penghargaan tersebut secara virtual melalui Zoom meeting, sangat bangga dan berterima kasih atas apresiasi yang diberikan Pemerintah Aceh untuk daerahnya. Hal ini menurut Shabela, semakin melengkapi predikat yang baru disandang Kabupaten Aceh Tengah sebagai Kabupaten Layak Anak.

Dikatakan Shabela, meskipun pencanangan Kabupaten Aceh Tengah sebagai daerah tujuan wisata layak anak baru dideklarasikan pada bulan Maret lalu, langkah-langkah menuju peningkatan sarana dan prasarana destinasi wisata layak anak, terus mendapat perhatian banyak pihak terutama Pemerintah Aceh dan kementerian terkait.

“Alhamdulillah apresiasi dan dukungan banyak pihak semakin memantapkan semangat kita untuk menghadirkan konsep wisata layak anak yang semakin baik,” ujar Shabela didampingi Kadis KBP3A Aceh Tengah, Alam Syuhada di Gedung Ummi Pendopo.

Lebih lanjut Bupati Shabela mengutarakan bahwa ada banyak pertimbangan yang mendasari Kabupaten Aceh Tengah mendeklarasikan diri menjadi kabupaten dengan konsep wisata layak anak.

Menurutnya, selain sebagai upaya untuk mengakomodir hak-hak anak dalam sektor pariwisata, konsep wisata layak anak saat ini juga sangat tepat menjadi salah satu citra (brand image) wisata Aceh Tengah, yang mungkin tidak dimiliki oleh daerah lain.

“Misalnya Sabang dengan wisata baharinya. Banda Aceh dengan wisata reliji, budaya dan kuliner. Nah, Aceh Tengah dengan wisata alam dan atraksi budaya yang terbingkai dalam konsep wisata layak anak,” terang Shabela.

Kendatipun demikian Bupati Shabela terus mengingatkan jajarannya untuk tidak jumawa dengan berbagai pujian dan apresiasi banyak kalangan terkait hal ini. Ditegaskannya yang paling penting saat ini adalah bagaimana menghadirkan komitmen dalam bentuk implementasi dilapangan.

“Jangan sampai hanya berhenti di taraf pencanangan dan seremoni penghargaan saja. Harus ada aksi nyata dalam mewujudkannya.” Pungkas Bupati Shabela Abubakar. (IMH/ProkopimAT)