Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi, Ini Harapan Bupati

198

Takengon – Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi di Balai Latihan Kerja (BLK) Blang Bebangka, Pegasing, Senin, 09/03/20.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, perwakilan Kepala Balai Latihan Kerja Banda Aceh, Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Tengah, para Kepala SKPK, para Camat beserta sejumlah Reje.

Dalam laporannya Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Aceh Tengah, Kausarsyah menyampaikan bahwa pada tahun ini Balai Latihan Kerja Takengon mendapat alokasi Pelatihan Berbasis Kompetensi sebanyak 12 angkatan dengan jumlah peserta 212 orang, dari jumlah tersebut 9 angkatan bersumber dari dana APBN melalui BLK Banda Aceh dan 3 angkatan dari APBK Aceh Tengah.

Pelatihan Berbasis Kompetensi dimaksud terdiri atas 6 pelatihan: yaitu pelatihan kejuruan menjahit; pelatihan kejuruan instalasi listrik; pelatihan kejuruan servis sepeda motor; pelatihan kejuruan pemeliharaan kendaraan ringan; pelatihan kejuruan kerawang gayo; dan pelatihan kejuruan teknologi informasi/komputer.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar dalam sambutannya mengatakan program pelatihan ini adalah wujud nyata dari komitmen Pemerintah Daerah untuk meningkatkan sumber daya manusia yang siap dan mampu untuk bekerja.

Shabela mengharapkan agar ilmu dan keterampilan yang diterima dapat menjadi bekal dalam menjalankan usaha sesuai dengan bidang masing-masing.

“Jika saudara-saudara para peserta mampu menerapkan hasil pelatihan menjadi peluang sebagai tenaga kerja maupun berwirausaha yang memberikan sumber pendapatan bagi saudara-saudara, dengan demikian program pelatihan ini dinilai berhasil,” ungkap Shabela.

Lebih lanjut Shabela menyampaikan bahwa peluang usaha setelah mengikuti pelatihan ini sangat terbuka, dan salah satu kunci sukses berwirausaha yakni kreativitas dan inovasi.

Shabela berpesan agar peserta yang ingin merintis usaha harus memiliki sikap pantang menyerah dalam menjalankan usaha yang sudah pasti memiliki kendala dan masalah, namun harus disikapi sebagai tantangan sehingga semakin matang dalam menjalankan usahanya. Pemanfaatan teknologi sebagai pendukung usaha juga diperlukan setidaknya sebagai bentuk promosi melalui media sosial sehingga dikenal oleh masyarakat.

Pada kesempatan tersebut Shabela sekaligus meresmikan Gedung Ruang Kelas Belajar BLK Takengon. Gedung ini nantinya akan dimanfaatkan sebagai ruang untuk kegiatan pelatihan kerja bagi pencari kerja maupun sebagai ruang konsultasi bagi pekerja yang membutuhkan bimbingan kerja.

Sebagai informasi, pada tahun 2020 ini juga akan dibangun gedung workshop untuk menjahit dan pagar keliling BLK Takengon, sementara pada tahun 2021 nanti direncanakan akan dibangun asrama putra dan asrama putri, sedangkan pada tahun 2022 direncanakan akan dibangun rumah dinas untuk instruktur sehingga diharapkan pada akhir Tahun 2022 BLK Takengon menjadi tempat pendidikan vokasi yang representatif. (KEN/HUMAS)