Buka Pelatihan DEA, Shabela: “Sudah Saatnya Kita Beralih Ke Pemasaran Online”

50

Takengon – Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar membuka pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA), bertempat di aula Hotel Parkside Gayo Petro Takengon, Jum’at (07/02).

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Medan (BBPSDMP Kominfo) dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Aceh Tengah serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Aceh Tengah.

Dalam sambutannya, Shabela mengatakan wabah pandemi Covid-19 yang melanda sejak akhir tahun 2019 lalu telah memberikan dampak besar dalam berbagai kehidupan baik kesehatan maupun perekonomian. Dampak ini juga dirasakan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM.

“Pandemi Covid-19 telah menghambat aktivitas produksi, distribusi dan pemasaran yang sangat merugikan pelaku UMKM. Peran para pelaku UMKM di tengah pandemi untuk tetap berproduksi dan memasarkan produk agar diterima oleh masyarakat dan pelanggan menjadi hal penting dan strategis demi kelangsungan kehidupan UMKM”, jelas Shabela.

Dikatakan Shabela, pemerintah pusat melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah merumuskan dan menetapkan berbagai kebijakan strategis untuk mendorong dan memulihkan UMKM. Salah satu kebijakan tersebut adalah penggunaan pasar online dalam pemasaran produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah akan terus memfasilitasi pelaku UMKM untuk masuk ke pasar online baik tingkat nasional maupun lokal”, ujarnya.

Menurut Shabela, penggunaan pasar online tidak hanya pada e-marketing. Pelaku UMKM juga dapat menggunakan media sosial yang dimiliki seperti instagram, facebook dan whatsapp untuk memasarkan produk. “Sudah saatnya kita merubah pola pikir atau mindset yang selama ini dari pemasaran secara offline beralih ke pemasaran online”, ajak Shabela.

Sementara itu, Kepala BBPSDM Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si meyakini, penyelenggaraan kegiatan pelatihan seperti ini, dapat mendorong peningkatan kualitas pengembangan SDM khususnya dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi(TIK)/digital untuk meraih tingkat daya saing bangsa Indonesia yang lebih baik sehingga pemanfaatan TIK dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“SDM pelaku usaha perlu disiapkan dan ditingkatkan pengetahuan serta skill-nya untuk mendorong wirausaha yang dapat memadukan aktivitas usahanya baik secara offline ataupun juga berbasis digital (online)”, ungkap Irbar.

“Salah satunya melalui kegiatan ini diharapkan pelaku usaha memiliki keterampilan untuk dapat masuk, mengadopsi, bahkan mengoptimalkan bisnisnya berbasis digital untuk dapat bersaing di era digital”, lanjutnya berharap.

Adapun peserta kegiatan yang merupakan pelaku UMKM di Aceh Tengah ini berjumlah 60 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yang akan mengikuti pelatihan pada 2-3 Juli 2021. (KS/Humas)