Buka Raker MPD Aceh Tengah, Sekda : Tanpa Pendidikan Yang Bagus,Jangan Harap Daerah Akan Bagus

99

Takengon – Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Aceh Tengah menggelar rapat kerja atau raker dengan melibatkan sejumlah kepala sekolah, madrasah dan dayah, di Hotel Grand Penemas Takengon, Sabtu (29/02).

Kegiatan dengan tema “Melalui Rapat Kerja MPD kita tingkatkan Sekolah/ Dayah yang Berakreditasi Maksimal” ini dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tengah, Karimansyah, I. SE., MM.

Berdasarkan laporan panitia yang disampaikan oleh Kepala Sekretariat MPD, Kamaluddin, SE bahwa kegiatan raker ini dilakukan sebagai media untuk melakukan evaluasi penyelenggaraan pendidikan selama satu tahun ke belakang dan juga untuk merumuskan prioritas dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Aceh Tengah, yang saat ini masih menempati peringkat ke 17 dari 23 kabupaten/kota yang ada.

Ketua MPD Kabupaten Aceh Tengah, Dr. Edy Putra Kelana, S.IP., M.Si., M.Pd dalam sambutannya menyampaikan beberapa persoalan pendidikan yang saat ini dihadapi oleh Kabupaten Aceh Tengah. Edy memaparkan bahwa, dalam diseminasi hasil pendidikan yang dilaksanakan oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Aceh, diketahui bagaimana kondisi pendidikan Kabupaten Aceh Tengah, yang saat ini masih sangat memprihatinkan.

“Dari 10 instrumen penilaian yang dilakukan oleh LPMP Aceh, ditemukan bahwa banyak hal yang harus dibenahi dalam pendidikan di Aceh Tengah. Misalnya sekolah-sekolah kita belum melaksanakan pendidikan pengembangan karakter secara komprehensif, belum melaksanakan literasi secara bagus dan benar, serta ketersediaan SDM bidang pendidikan yang tidak merata”, terangnya.

Sementara itu, Karimansyah saat memberikan paparan dan juga selaku keynote speaker pada acara raker ini mengemukakan bagaimana persoalan pendidikan yang kini dihadapi dapat diselesaikan, jika tidak ada kemauan dan komitmen bersama dalam melakukan pembenahan.

“Tadi kita mendengar apa yang disampaikan oleh Kepala Sekretariat MPD tentang wajah kita di tahun 2019 yang berada di urutan 17 dari 23 kabupaten dan kota di Aceh. Jika instrumen penilaian yang dilakukan itu benar, tentu saja membuat kita kecewa, oleh karena itu kita perlu berbenah untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Kabupaten Aceh Tengah dengan komitmen bersama”, ucapnya.

Karimansyah juga menyinggung tentang beberapa hal yang harus menjadi perhatian bersama kalangan pendidikan, pemerintah maupun masyarakat yang masih melekat dan menjadi masalah bangsa, seperti kurangnya daya saing akibat rendahnya SDM dan kreatifitas masyarakat, akhlak yang kurang terpuji, penyalahgunaan narkoba, masalah ekonomi, kurangnya rasa persaudaraan dan nasionalisme, serta tidak menghargai lingkungan.

“Begitu banyaknya masalah yang dihadapi oleh Bangsa ini, mengakibatkan martabat kita rendah dan kurang dihargai oleh negara-negara lain. Jadi untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa kita menjadi kuat, tidak ada jalan lain selain mewujudkan SDM yang hebat dengan menjadikan pendidikan sebagai prioritas. Tanpa pendidikan yang bagus, daerah ini tidak akan pernah bagus. Tanpa pendidikan yang berkualitas, daerah ini tidak akan memiliki masyarakat yang berkualitas”, tegasnya.

Diakhir arahannya, Karimansyah mengajak segenap unsur yang terlibat dalam proses pembelajaran, dapat menciptakan suasana belajar yang menjadikan para muridnya mampu mengaktualisasikan dirinya untuk tampil dan lebih percaya diri, karena hal ini dapat merangsang daya kreasi dan kreatifitas para murid. Disamping itu, beliau juga berharap agar Dinas Pendidikan agar lebih peduli dan ikut berpikir bagaimana mewujudkan kenyamanan di sekolah-sekolah yang ada. (IMH/humas)