Bupati Aceh Tengah Apresiasi Ketua MPR-RI Kenakan Syal dan Destar Kerawang Gayo Saat Upacara Peringatan Harlah Pancasila 2021

95

Takengon – Meski digelar secara terbatas dan diikuti secara virtual oleh para pimpinan Lembaga Negara, menteri Kabinet Indonesia Maju, pimpinan Lembaga Pemerintahan non Kementerian hingga sejumlah Kepala Daerah, pelaksanaan peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021 tetap berlangsung khidmat dan berwarna.

Terlihat pejabat Negara maupun peserta upacara yang mengikuti jalannya prosesi upacara secara virtual kombinasi dari Gedung Pancasila Jakarta itu, mengenakan busana-busana adat Nusantara sehingga menyemarakkan suasana.

Presiden Joko Widodo yang bertindak selaku inspektur upacara dalam kesempatan itu, tampak mengenakan pakai adat khas Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan, sementara Wapres Ma’ruf Amin menggunakan baju khas Melayu.

Selanjutnya, Ketua DPR-RI, Puan Maharani yang bertindak sebagai pembaca naskah Pembukaan UUD 1945 tampil anggun mengenakan baju kurung hitam berselempang kain tenun Bali, demikian halnya dengan Menko PMK yang membacakan do’a mengenakan pakaian Ulee Balang dari Provinsi Aceh.

Yang tidak kalah memikat, Ketua MPR-RI, Bambang Soesatyo yang bertanggung jawab membacakan teks Pancasila, tampak gagah dan berwibawa dengan sematan syal (scarf) bermotif pola hias kerawang Gayo Lues dan penutup kepala atau destar (bulang pengkah, bahasa Gayo) bermotif Kerawang Gayo Lut.

Kombinasi pakaian resmi Nasional berwarna hitam berpadukan aksesoris pakaian adat Gayo yang dipakai oleh politisi Partai Golkar itu, berhasil menarik perhatian banyak pihak, terutama Bupati Aceh Tengah.

Ditemui usai mengikuti upacara virtual Peringatan Harlah Pancasila Tahun 2021 di Pendopo Kabupaten setempat, Selasa (01/06), Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar menyambut gembira sekaligus bangga karena adanya pejabat Negara yang menyandangkan pakaian adat Gayo, sebagai busana resmi dalam acara kenegaraan.

“Sebagai orang Gayo dan juga pimpinan daerah disalah satu Kabupaten di gugusan tanah Gayo, saya bangga karena ketua MPR-RI kenakan kombinasi pakaian Nasional dengan pakaian adat dari Gayo dalam upacara peringatan kelahiran Pancasila tahun ini” ujar Shabela.

“Tentu saya juga menyampaikan terima kasih sekaligus apresiasi, karena momentum ini semakin mempertegas dan memperkenalkan kekayaan budaya Gayo diantero Nusantara,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Shabela juga terus mengajak dan mengingatkan seluruh masyarakat di dataran tinggi Gayo atau provinsi Aceh pada umumnya, untuk senantiasa melestarikan dan membudayakan penggunaan pakaian adat dalam aktifitas kegiatan formal maupun nonformal, karena ini akan menunjukan bahwa Daerah ini kaya dengan seni kriya, salah satunya kerajinan kerawang Gayo yang merupakan bagian dari kekayaan budaya Nusantara.

“Dengan membudayakan mengenakan pakaian kita (kerawang Gayo, red), akan semakin meningkatkan kecintaan terhadap identitas kita,” lanjut Shabela.

“Disamping juga pastinya akan meningkatkan pendapatan Masyarakat dari produksi produk-produk kerajinan Kerawang Gayo yang banyak dihasilkan dari industri rumah tangga di Daerah ini,” ajak Shabela yang saat diwawancarai menggunakan pakaian kerawang Gayo berwarna kuning.

Penting diketahui, setelah ditetapkan menjadi salah satu Warisan Budaya Tak Benda oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI beberapa waktu lalu, motif Kerawang Gayo saat ini semakin populer dan marak dipergunakan pada berbagai ornamen juga sandang yang dipakai berbagai kalangan.

Berbagai anugerah telah banyak tersemat pada produk kerajinan tradisional yang hanya dihasilkan oleh tiga kabupaten di Provinsi Aceh ini. Misalnya dalam kompetisi Cerita Wastra yang digelar KememkopUKM RI, kerawang Gayo dari Aceh Tengah dan kerawang Gayo dari Gayo Lues mewakili Provinsi Aceh dalam kompetisi kain tradisional di tingkat Nasional.

Teranyar, Kampung Bebesen selaku salah satu sentra produksi kerajinan Kerawang Gayo di Kabupaten Aceh Tengah, berhasil menerima penghargaan Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2020 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, untuk kategori Destinasi Belanja Terpopuler. (IMH/Humas)