Bupati Aceh Tengah Sampaikan Makna Kemerdekaan Dalam Dialog Lintas Kutaraja Pagi, RRI Pro 1 Banda Aceh

61

Takengon – Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar, menjadi salah satu narasumber dalam acara Lintas Kutaraja Pagi yang disiarkan secara virtual melalui siaran Pro 1 Radio Republik Indonesia (RRI) Banda Aceh, Selasa (10/08).

Hadir juga beberapa narasumber dari berbagai kepala daerah di Provinsi Aceh yaitu Walikota Banda Aceh Aminullah Usman, SE, AK, MM, Walikota Sabang Nazaruddin, S.I.Kom, Bupati Aceh Barat H. Ramli, MS, Bupati Aceh Singkil Dulmusrid, Wakil Walikota Lhokseumawe Yusuf Muhammad, SE, MSM dalam dialog yang berlangsung selama satu jam lebih tersebut.

Dalam dialog yang mengangkat tema “Arti Merdeka Untuk Kami”, Bupati Shabela menyebut peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia adalah momentum untuk merefleksikan kembali akan arti kemerdekaan bagi sebuah bangsa.

Menurutnya hakikat kemerdekaan bagi sebuah bangsa adalah ketika bangsa tersebut mampu mengatur sendiri pemerintahannya dan juga terbebas dalam seluruh aspek kehidupan.

“Dalam memaknai kata kemerdekaan, saya melihat momentum 76 tahun silam, ketika kita Bangsa Indonesia dapat mengatur pemerintahannya tanpa campur tangan asing,” ujar Shabela.

Shabela mengatakan sebagai bangsa yang terkenal dengan semangat juang, harus mampu menciptakan suasana kemerdekaan yang baik sehingga kemerdekaan yang dahulu diperjuangkan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya bagi seluruh rakyatnya.

“Kemerdekaan juga merupakan jembatan untuk mencerdaskan dan mensejahterakan rakyat dengan kedaulatan kita sendiri. Maka dari itu kita harus menciptakan suasana kemerdekaan yang lebih baik,” sambungnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kabupaten Aceh Tengah itu menekankan bahwa hakikat kemerdekaan sesungguhnya juga memiliki makna ketika belenggu ketertindasan itu telah terlepas dari kita, upaya-upaya untuk mengisinya tetap menggelora dalam setiap sanubari rakyatnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Shabela juga mengingatkan kembali bahwa Aceh Tengah ini merupakan saksi bisu perjuangan Bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan dengan keberadaan Radio Rimba Rayanya.

“Sehingga dengan siaran berita yang terpancarkan dari belantara tanah Gayo ini, menyatakan kepada dunia bahwa Indonesia masih ada dan sebuah negara merdeka.” Pungkas Shabela. (MLN-IMH/ProkopomAT)