Bupati Shabela Buka Creative Coffee Preneur Journey at Takengon 2022

365

Takengon – BPP AEKI AEKI atau Asosiasi Eksportir & Industri Kopi Indonesia selenggarakan kegiatan bertajuk Creative Coffee Preneur Journey dengan mengusung tema “Kopi Pulihkan Negeri”, yang rencananya akan berlangsung dari tanggal 2 hingga 5 Oktober 2022 mendatang.

Dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Tengah, Drs Shabela Abubakar, di damping oleh Kadis Perdagangan dan Kadis perkebunan Kabupaten Aceh Tengah, serta ikut di hadiri langsung oleh Ketua Umum BPP AEKI beserta Tokoh Nasional Abul Latief pendiri HIPMI dan Mantan Menteri Ketenagakerjaan RI.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aceh Tengah, menyampaikan atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mengucapkan selamat datang kepada para tamu dari luar daerah yang sudah tiba di Kota Takengon serta ucapan terimakasih dan apresiasi kepada Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) yang telah memfasilitasi kegiatan Creative Coffe Preneur Journey at Takengon 2022.

“Sebagai kegiatan yang mendukung penuh perindustrian Kopi di seluruh Indonesia, yang mana nantinya kegiatan ini akan dijadikan kegiatan rutin dengan agenda utamanya berkunjung ke seluruh lokasi atau Daerah penghasil kopi di seluruh penjuru Indonesia”, Ujar Bupati Aceh Tengah membuka sambutannya, di Aula Green Renggali Hotel Takengon, Minggu Malam (02/10/2022).

Lebih lanjut Bupati menyambut baik, kegiatan yang pertama sekali diselenggarakan di takengon ini, yang mana diketahui Takengon merupakan Daerah penghasil Kopi berjenis Arabia Gayo terbesar di dunia.

Sebagian besar Masyarakat Kabupaten Aceh Tengah berprofesi sebagai petani. dengan menghasilkan salah satu jenis Kopi Arabika terbaik di dunia dengan luas lahan mencapai 48.300 Hektar, dengan rata rata produksi per Hektare sebanyak 720 Kilogram, komoditas penting selain Kopi, kakao serta terdapat pula tanaman sayur mayur dan palawija.

“Kopi Gayo ini sangat unik, dengan cita rasa dan aromanya yang luar biasa, namun sangat disayangkan hanya sedikit yang dinikmati oleh masyarakat kita didalam negeri, baru beberapa tahun terakhir tren masyarakat minum Kopi Arabika Gayo meningkat di Aceh dan dalam negeri, dikarenakan Kopi Gayo ini mayoritas dijadikan komoditi ekspor, dengan sasaran Negara Luar di berbagai belahan Benua”, Ungkap Bupati Shabela Abubakar.

“Alhamdullilah, iklim Dunia Usaha saat ini, khususnya Kopi Arabika Gayo sudah jauh lebih baik dari beberapa waktu yang lalu, kalau sebelumnya disini lebih banyak saudagar yang menjual Kopi ke Eksportir Sumatra Utara, saat ini sudah banyak pengusaha atau Koperasi Kopi Gayo yang melakukan ekspor langsung ke Luar Negeri”, Lanjut nya.

Terkait pelaksanaan FGD tentang “sustainable specialty coffee of gayo”, yang membahas upaya mempertahankan citra dan angka produksi kopi gayo, kesejahteraan para petani Kopi, para pelaku usaha Kopi dan Coffe Stakeholders yang ada di takengon.

Diharapkan dapat berlangsung dengan sukses dan lancar, serta kepada para peserta tersebut mendapatkan pencerahan dengan hasil sesuai harapan demi mewujudkan Eksportir Kopi berkelanjutan di Kabupaten Aceh Tengah khususnya dan secara Nasional secara umumnya, Demikian pungkas Bupati Aceh Tengah menutup Sambutan nya.

Sebelumnya, Ketua Umum BPP AEKI menyampaikan bahwa Kegiatan ini merupakan kegiatan yang pertama sekali diselenggarakan di Takengon, yang mana kita tahu Takengon merupakan daerah penghasil Kopi berjenis Arabica Gayo terbesar di Dunia.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan semua pemangku kepentingan agar menjaga keberlangsungan industri Kopi di Indonesia, sebagai kegiatan yang mendukung penuh perindustrian Kopi di seluruh Indonesia. Nantinya kegiatan ini akan dijadikan kegiatan rutin dan berkunjung ke seluruh lokasi atau daerah penghasil kopi di Indonesia.,” Ujar Irfan Anwar.

Untuk informasi dalam kegiatan ini, AEKI juga secara simbolis menyerahkan bibit Kopi sebagai bentuk bantuan sosial, Corporate Social Responsibility (CSR) AEKI, kepada para petani Kopi sebagai bentuk keperdulian AEKI kepada petani Kopi Gayo di Takengon Aceh Tengah. (HMA/ProkopimAT)

X