Bupati Shabela Dampingi Forum Anak Tanah Gayo Sampaikan Suara Anak Kepada Plt. Gubernur Aceh

36

Takengon – Bupati Aceh Tengah, Drs. Shabela Abubakar mengikuti Acara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2020 Tingkat Provinsi Aceh secara virtual dari pendopo Bupati Aceh Tengah, Rabu (29/07).

Selain Bupati, tampak hadir pada kesempatan itu Kadis KBPPPA Kabupaten Aceh Tengah, Kadis Pendidikan, Kadis Kesehatan, Kadis Dukcapil, Kepala Bappeda serta sejumlah remaja pelajar yang tergabung dalam Forum Anak Tanah Gayo, Aceh Tengah.

Dalam Peringatan HAN 2020 yang mengangkat Tema “Anak Aceh Terlindungi. Aceh Hebat, Indonesia Maju” itu, Forum Anak Tanoh Gayo Aceh Tengah yang diwakili oleh ananda Misna, menyampaikan aspirasi “suara anak” kepada Plt. Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT yang turut hadir untuk membuka acara itu.

Dua hal yang disampaikan oleh mereka untuk menjadi perhatian Pemerintah Aceh tersebut adalah menyangkut dengan identitas anak dan tempat konseling bagi anak.

“Kami dari Forum Anak Tanah Gayo, memohon kepada pemerintah untuk mengoptimalkan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) dan Akta Kelahiran, serta memohon kepada pemerintah untuk menyediakan tempat konseling bagi anak” pinta siswi kelas XII SMA 1 Takengon tersebut.

Menanggapi aspirasi suara anak yang juga disampaikan oleh Forum Anak Pase Aceh Utara dan Forum Anak Daya Aceh Barat, Nova Iriansyah sangat mengapresiasi anak-anak tersebut yang telah menyampaikan suara mereka sebagai representasi suara anak-anak Aceh maupun anak-anak Indonesia pada umumnya.

Bahkan, orang nomor satu di tanah rencong itupun berjanji akan segera mengakomodir dan mewujudkan 7 (tujuh) butir permintaan yang disuarakan oleh mereka.

“Kami sangat apresiasi suara anak yang disampaikan oleh anak-anak kami tadi. Pemerintah Aceh berkomitmen untuk mewujudkan apa yang menjadi harapan dan pemenuhan hak anak” tegas Nova.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Drs. Shabela Abubakar yang dimintai keterangannya usai acara dimaksud menyampaikan peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh setiap tanggal 23 Juli hendaknya menjadi momentum pengingat bahwa anak dan remaja juga memiliki suara yang harus didengar dan hak yang harus dipenuhi.

Menurutnya, mendengarkan suara mereka adalah sama halnya dengan bentuk penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak mereka sebagai generasi penerus perjuangan bangsa.

“Kita berkewajiban untuk bisa mendengarkan apa yang disampaikan anak-anak kita. Dengan mendengar kita bisa tahu apa yang dibutuhkan mereka. Tentu saja setelah itu kita lakukan sesuatu agar harapan anak-anak kita dapat terlaksana” papar Shabela.

Selain itu, terkait dengan partisipasi anak dalam pembangunan, Shabela menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten layak anak.

“Jadi, orientasi pembangunan dan pelayanan publik Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah kedepan akan tetap mengutamakan kepedulian dalam menghormati, menghargai dan menjamin hak-hak anak tanpa diskriminasi” pungkasnya. (IMH/Humas)