Bupati Shabela Pimpin Rapat Jelang Pembelajaran Tatap Muka di Kabupaten Aceh Tengah

85

Takengon – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah akan segera mengaktifkan kembali pembelajaran tatap muka pada Rabu (19/05/21) mendatang setelah beberapa waktu sempat menutup sekolah akibat meningkatnya kasus positif Covid-19 dikabupaten tersebut.

Keputusan ini disampaikan Bupati Shabela Abubakar disela-sela memimpin rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah, Kepala Kantor Kemenag, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh, serta Pengurus PGRI Kabupaten Aceh Tengah.

“Setelah kami mendengarkan seluruh masukan dari stakeholder yang hadir, kita sepakat untuk memulai pembelajaran tatap muka secara bertahap dalam waktu dekat ini,” ujar Shabela diruang kerjanya, Senin (17/05).

Menurut bupati, keputusan untuk mengaktifkan kembali pembelajaran tatap muka pasca penutupan sekolah terkait kesiagaan penularan Covid-19 dan libur lebaran ini, telah melalui pertimbangan dan masukan dari sebagian besar orang tua/ wali siswa yang menginginkan proses belajar mengajar tetap berlangsung mengingat sistem belajar dirumah secara daring dinilai tidak efektif dan banyak kendala.

“Banyak aduan yang masuk, untuk sekolah tatap muka tetap diberlakukan, sehingga ini perlu pertimbangan jalan keluarnya,” sambung Shabela.

Bupati Shabela menjelaskan, meskipun izin pelaksanaan pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan dalam waktu dekat ini, dia menekankan sekolah wajib menaati aturan penerapan protokol kesehatan disekolah, serta bersedia dievaluasi bilamana pembelajaran tatap muka ini dinilai tidak produktif dan aman dari penularan covid-19.

“Meskipun begitu, penyelenggaraan pembelajaran tatap muka nanti harus tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat, dan akan mendapat pengawasan dari satgas covid-19 atas pelaksanaannya,” tegasnya.

Shabela melanjutkan, pihaknya akan melakukan pemantauan kesiapan sekolah-sekolah sebelum pelaksanaan tatap muka ini diberlakukan. Bila ditemukan adanya sekolah-sekolah yang tidak memenuhi syarat, izin penyelenggaraan tatap muka bagi sekolah dimaksud akan ditunda pelaksanaannya.

“Kami akan turun langsung untuk memantau kesiapan sekolah dalam pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka ini.” Kata bupati sembari menyampaikan ajakan kepada insan pers yang turut hadir dalam rapat itu.

Bupati Shabela juga menekankan agar dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini, dapat dijalankan dengan seksama dan selalu mengutamakan kepentingan kesehatan.

Pesannya kepada warga sekolah terutama para tenaga pengajar, agar selalu menjaga kesehatan dan imun serta dapat menjadi contoh dan teladan bagi siswanya dalam penerapan protokol kesehatan dilingkungan sekolah. (IMH/Humas)