Bupati Shabela Sampaikan Dukungan Pengajuan Aman Nyerang Sebagai Calon Pahlawan Nasional

59

Takengon – Bupati Aceh Tengah, Drs. Shabela Abubakar menyambut baik dan mendukung sepenuhnya usulan gelar Pahlawan Nasional kepada Pejuang asal Tanah Gayo, Said Abdullah atau yang lebih akrab dikenal sebagai Aman Nyerang.

Hal ini dinyatakan Bupati Shabela dalam sambutannya saat membuka acara Seminar Pengetahuan Aman Nyerang yang diinisiasi Sanggar Kuta Dance Teater bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh yang berlangsung di Hotel Linge Land Takengon, Kamis (26/08).

“Selaku pimpinan daerah, kami menyambut baik kegiatan seminar yang diselenggarakan oleh Sanggar Kuta Dance Teater ini, dalam rangka pengusulan Tgk. Said Abdullah Aman Nyerang sebagai Pahlawan Kemerdekaan,” ujar Bupati Shabela.

Dikatakan Shabela, Negeri Gayo ini memiliki banyak sekali orang-orang hebat yang menjadi tokoh sentral dalam menggelorakan semangat perjuangan rakyat dalam menentang kolonialisme. Sebut saja Abu Bakar Aman Dimot, Tengku Tapa, Datu Beru, dan Inen Mayak Teri, mereka adalah sedikit dari sekian pejuang rakyat yang pernah menjadi “orang paling dicari” dibumi Gayo oleh penjajah Belanda pada masa itu.

Namun, dari sejumlah nama-nama besar itu, belum satupun yang tercatat atau diakui sebagai Pahlawan Nasional, karena tidak/ belum terpenuhinya syarat-syarat administrasi usulan calon pahlawan nasional sebagaimana diatur dalam UU No. 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.

Untuk itu Shabela berharap, melalui Seminar Pengetahuan Aman Nyerang yang digelar pada hari itu, dapat menjadi rangkaian upaya untuk menggali lebih dalam profil dan napak tilas perjuangan Aman Nyerang sehingga layak untuk diusulkan sebagai Pahlawan Nasional.

“Dalam kesempatan ini perlu kami garis bawahi bahwa tujuan mengikuti seminar ini bukanlah sekedar formalitas. Seminar ini harus mampu merangkum masukan, pengalaman, maupun sejarah perjuangan Tgk. Said Abdullah Aman Nyerang sehingga layak diusulkan sebagai pahlawan kemerdekaan.” Harap Shabela.

Sebelumnya dalam laporan yang disampaikan ketua panitia, Peteriana Kobat, mengemukakan bahwa seminar pendahuluan yang dilakukan pada kesempatan itu merupakan upaya pengumpulan data dan informasi serta mendengarkan pendapat dari para tokoh sejarawan di tanah Gayo dan pihak keluarga tentang kisah-kisah terkait Aman Nyerang.

Disampaikannya pula, berdasarkan studi empiris yang dilakukan oleh pihaknya, setidaknya ditemukan 5 (lima) fenomena yang dapat memperkaya data dan informasi untuk menguatkan pengajuan Aman Nyerang sebagai salah satu Pahlawan Nasional.

“Setidaknya ada 5 hal yang menjadikan titik tolak kita dalam menggali informasi tentang Aman Nyerang. Diantaranya; adanya pedang peninggalan, adanya catatan kisah perlawanan Aman Nyerang dari Kolonial Belanda, adanya dokumentasi berita koran di Belanda dan Eropa yang memberitakan tentang Aman Nyerang, Adanya pengetahuan masyarakat diseputaran kecamatan Lokop Aceh Timur mengenai kisah heroik Aman Nyerang, dan adanya nama bukit yang disebut dengan Bukit Aman Nyerang oleh masyarakat sekitaran kawasan Lokop Serba Jadi Aceh Timur sebagai penghormatan atas tempat syahidnya Aman Nyerang,” jelas wanita yang akrab disapa Ana Kobat itu.

Selain itu, sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan Aman Nyerang tersebut, Ana Kobat juga menyampaikan usulan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah untuk dapat menabalkan nama Aman Nyerang sebagai nama jalan yang ruasnya dimulai dari Tan Saril hingga Ise-Ise.

Dalam kegiatan yang diawali dengan sendratari perjuangan Aman Nyerang tersebut, turut dihadiri Wakil Ketua DPR Aceh Hendra Budian, Kepala BPNB Aceh, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tengah, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Tengah, Para Tokoh Masyarakat dan Sejarawan serta keluarga/ ahli waris Aman Nyerang yang berasal dari Dusun Wih Jamat, Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah. (IMH/ ProkopimAT)