Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Gelar Rakornis Se-Aceh di Takengon

141

Takengon – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakornis) Bidang Perpustakaan Tahun 2020 dengan tema “Penguatan Budaya Literasi menuju Aceh Hebat”.

Program budaya literasi menuju Aceh hebat termasuk dalam salah satu kegiatan prioritas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Aceh Tahun 2020.

Melalui Rakornis ini, Pemerintah Provinsi mendukung upaya Perpustakaan Kabupaten/Kota untuk menggerakkan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam rangka penguatan literasi dan perpustakaan. Pengelolaan perpustakaan tidak hanya dibebankan kepada perpustakaan Daerah saja, tapi juga harus sinergi dengan para pemangku kepentingan, hingga dukungan langsung dari masyarakat Kampung dengan mendirikan dan mengoptimalkan secara berkelanjutan perpustakaan Kampung yang berada diwilayahnya masing masing.

Dalam acara pembukaan di Hotel Bayu Hill Takengon, Kamis (12/03), Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh DR. Roeslan Abdul Gani, M.Pd. dalam laporannya menjelaskan salah satu indikator kinerja literasi untuk kesejahteraan yakni perpustakaan berbasis inklusi sosial. Dalam perpustakaan berbasis inklusi sosial, layanan perpustakaan mengalami pencakupan selain menjadi ruang terbuka bagi masyarakat dalam berbagi pengalaman, belajar secara kontekstual, tetapi juga berlatih keterampilan hidup.

“Penguatan literasi untuk kesejahteraan ini diharapkan menghasilkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing di era globalisasi sekarang ini,” jelas Roeslan.

Selain itu dalam kesempatan tersebut Roeslan juga meminta Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota agar mengintruksikan pada para Pemerintah Kampung untuk mengalokasikan sedikit anggaran dari dana desa untuk mewujudkan penguatan literasi dan pengelolaan perpustakaan dikampungnya.

“Kami harap adanya dukungan pengalokasian dana desa untuk mengoptimalkan pengoperasionalan perpustakaan diwilayah kampungnya masing masing” pungkas Roeslan.

Sementara itu Bupati Aceh Tengah dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Administrasi Umum, Arslan Abdul Wahab, menyatakan apresiasinya atas kinerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh yang terpilih sebagai dinas terbaik tingkat Nasional dalam implementasi program tranformasi perpustakaan berbasis insklusi sosial.

Sementara untuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Tengah juga terpilih terbaik tingkat Kabupaten/Kota se-Indonesia untuk kategori yang sama.

“Alhamdulillah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kita unggul baik di tingkat Provinsi, maupun tingkat Kabupaten, kabar baiknya Kabupaten Aceh Tengah yang di tunjuk sebagai tuan rumah rakornis ini, telah bekerja secara sungguh-sungguh untuk mewujudkan program tranformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial” ujar Arslan.

“Karena ini pekerjaan besar melibatkan banyak sumber daya, baik para SDM maupun sumber dana, stakeholder dan banyak pihak, maka hendaknya ada sinergitas arah kebijakan baik ditingkat Provinsi hingga Daerah Kabupaten/Kota. Selaku pembina dan pengawas penyelenggaraan pemerintahan kami mendukung sepenuhnya upaya yang dilakukan Dinas perpustakaan dan kearsipan, untuk keberlangsungan program ini” lanjutnya.

Rakornis Bidang Perpustakaan Se-Aceh tahun 2020 ini difokuskan pada upaya Perpustakaan dan Kearsipan, untuk penguatan budaya literasi dalam kehidupan masyarakat menuju Aceh hebat. Rakornis ini diikuti oleh peserta yang terdiri dari sejumlah kepala dinas perpustakaan dan kearsipan, kepala bidang perpustakaan dan kasubbag perencanaan dinas perpustakaan dan kearsipan dari 23 Kabupaten/Kota se-Aceh. (HMA/HUMAS)