dr. Hardi Yanis, Sp.PD Purna Tugas, Bupati Shabela Sampaikan Apresiasi

60

Takengon – Direktur RSUD Datu Beru Takengon, dr. Hardi Yanis, SpPD dalam pandangan Bupati Aceh Tengah, Drs. Shabela Abubakar adalah sosok dokter yang berdedikasi, bertanggung jawab dan inspiratif. Dibawah kepemimpinannya, dia mampu mengantarkan RSUD kebanggaan masyarakat wilayah tengah Aceh itu menjadi salah satu rumah sakit yang terbaik, terlengkap dan memiliki jumlah ranjang rawatan terbanyak di Aceh setelah RSUD Zainoel Abidin di Banda Aceh.

Demikian disampaikan Bupati Shabela Abubakar saat acara pelepasan purna tugas dr. Hardi Yanis selaku Direktur RSUD Datu Beru Takengon di Gedung Ummi Pendopo, Jum’at (09/07) malam.

“Adik saya dokter Hardi ini adalah sosok yang berdedikasi dan bertanggungjawab akan tugas-tugasnya, ini dapat kita lihat bagaimana RSUD Datu Beru terus berkembang dari waktu ke waktu,” kata Shabela mengawali sambutannya.

Dikatakan Shabela, berbagai prestasi sudah ditorehkan oleh dr. Hardi sejak memimpin rumah sakit ini. Banyak perubahan besar terjadi di RSUD Datu Beru Takengon mulai dari insfrastruktur, peralatan, pelayanan dan tenaga medis yang semakin baik.

“Selama kepemimpinannya, pemikiran inspiratif dan inovatif terus dikontribusikan untuk memajukan rumah sakit yang kita banggakan ini,” puji Shabela.

Dalam pandangan Bupati Shabela, prestasi dan dedikasi yang telah dilakukan oleh dr. Hardi selama ini harus diikuti dan dilanjutkan oleh para pemangku kebijakan di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah itu, terutama sekali oleh pelaksana tugas direktur yang telah ditunjuk beberapa waktu lalu.

“Ini penting, mengingat pencapaian yang telah diperoleh RSUD Datu Beru Takengon selama satu dekade ini jangan sampai mundur seiring dengan berakhirnya tugas seorang direktur yang lama, dan bila perlu dibawah kepemimpinan yang baru, RSUD Datu Beru Takengon dapat berkembang lebih hebat lagi,” sambung Shabela.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Bupati Shabela turut menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengabdian yang diberikan oleh dr. Hardi selama menjabat sebagai Direktur RSUD Datu Beru Takengon.

Shabela juga berharap pengalaman dan profesi kedokteran spesialis yang dimiliki sang dokter dapat terus didarma baktikan untuk dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Aceh Tengah.

“Jadi, meski dokter Hardi sudah purna tugas, tali silaturrahmi dengan kami jangan sampai terputus, bahkan harus lebih terjalin erat lagi.” Tutupnya.

Sebelumnya, dr. Hardi Yanis, SpPD mohon pamit dan mohon maaf apabila selama menjabat dan memimpin RSUD Datu Beru Takengon banyak melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Aceh Tengah dan kepada seluruh jajaran RSUD Datu Beru Takengon atas dukungan dan kerjasamanya sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik.

“Tidak terasa kami telah 13 tahun dipercayakan sebagai Direktur RSUD Datu Beru. Selama kurun waktu itu tentu tidak terlepas dari salah dan khilaf, untuk itu dalam kesempatan yang berbahagia ini kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya untuk semua kekurangan,” ujar sosok yang diangkat sebagai dokter sejak tahun 1988 itu.

Dalam menjalankan aktifitas paska purna tugas, dr. Hardi Yanis, SpPD akan tetap melayani Praktek Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Kota Takengon. Disamping juga merupakan konsultan dokter spesialis penyakit dalam sub spesialis penyakit ginjal dan hipertensi. (IMH/ProkopimAT)