Hadiri Puncak Acara Dialog Luar Studio dan Musikalisasi Puisi RRI, Bupati Shabela Baca Puisi di Bur Telege

46

Takengon – Bupati Aceh Tengah, Drs. Shabela Abubakar menghadiri puncak acara kegiatan Dialog Luar Studio dan Musikalisasi Puisi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Radio Nasional Ke-76 bertempat di Tugu Ali Hasyimi Bur Telege Takengon, Rabu (29/09).

Perhelatan tahunan yang diprakarsai RRI Studio Takengon itu, berlangsung semarak dan dihadiri langsung oleh Direktur LPU RRI Pusat Anhar Ahmad, Dewan Pengawas LPP RRI Mistam, para kepala studio RRI Wilayah 16 dan 17 plus kepala studio RRI Bandung, Kapolres Aceh Tengah serta utusan Bupati Bener Meriah dan Gayo Lues.

Disela-sela acara yang mengusung tema “Robek Robeklah Dadaku” tersebut, turut tersaji penampilan musikalisasi puisi dari dua peserta finalis dan pembacaan puisi oleh Direktur LPU RRI Pusat Anhar Ahmad, yang berjudul Memandang Keindahan Dari Puncak Singah Mata karya Sang Maestro dari Tanah Gayo, LK. Ara.

Seakan tak ingin kalah saing, Bupati Shabela Abubakar juga tampil membahana dengan membawakan puisi tentang kisah Radio Rimba Raya. Tak tanggung-tanggung, orang nomor satu dikabupaten berhawa sejuk itu membaca puisi dalam versi otentik yang berbahasa Gayo berikut terjemahannya dalam bahasa Indonesia.

Sesaat selepas membaca puisi, Bupati Shabela menyebutkan bahwa membaca puisi dapat membentuk karakter pembaca maupun pendengarnya, serta mampu menyampaikan pesan-pesan melalui lisan dan tulisan.

Karena itu, Shabela menilai melalui kegiatan seperti ini akan membentuk karakter moral generasi muda yang peka dan mengasah kreatifitas yang baik dengan paduan etika dan estetika karya sastra.

“Apresiasi kami kepada RRI yang antusias mengembangkan kreatifitas generasi muda melalui seni dan karya sastra,” tutur Shabela.

Sebelumnya, dalam laporan yang disampaikan Kepala LPP RRI Takengon, Muchsin Zein menyebutkan, bahwa pelaksanaan musikalisasi puisi yang digelar rutin oleh RRI adalah sebagai wadah menggali potensi generasi muda tanah Gayo dibidang seni dan budaya. Selain itu katanya, lomba musikalisasi puisi juga sebagai salah satu fungsi lembaga penyiaran publik dalam melestarikan budaya.

“Kiranya, apa yang kita lakukan ini dapat terus mendapat dukungan dari berbagai pihak.” harap Muchsin.

Dalam ajang yang terbuka bagi peserta dari tiga kabupaten diwilayah kerja RRI Takengon ini, berhasil keluar sebagai Juara I Sanggar Pelita setelah memperoleh nilai 1.720 poin. Sementara itu Juara II berhasil diraih oleh Sanggar AN ART dengan nilai 1.715 poin, dan Juara III direbut oleh Sanggar Tajuk Renggali dengan perolehan nilai sebesar 1.710 poin. (IMH/ProkopimAT)