IAKMI Aceh Tengah Diminta Berperan Tangani Stunting

55

Takengon- Ancaman Stunting menjadi urgensi tersendiri bagi Kabupaten Aceh Tengah. Sehingga semua pihak diminta berperan untuk ikut menanganinya.

Tidak terkecuali organisasi Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) cabang Aceh Tengah.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Aceh Tengah, Firdaus ketika menghadiri pelantikkan pengurus IAKMI cabang Aceh Tengah periode 2018-2020, Minggu (10/02) yang berlangsung di aula Hotel Linge Land Takengon.

“Pemerintah Daerah berkomitmen untuk menurunkan persentase Stunting, sehingga diharapkan semua pihak ikut serta berperan, termasuk IAKMI,” ungkap Firdaus.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan angka Stunting Aceh Tengah sudah mulai menurun di angka 38 persen dari 56 persen pada tahun 2013. Namun, persentase itu juga masih tergolong tinggi.

Gaya hidup sehat dengan pemenuhan makanan bergizi dan memasyarakatkan olahraga menurut Firdaus adalah diantara solusi menangani Stunting.

“Jika Gizi seimbang mulai dari kandungan hingga 1000 hari setelah kelahiran, maka Stunting dapat dicegah,” ujarnya lagi.

Sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat perlu terus dilakukan dan menjadi tanggung jawab bersama.

Sementara ketua IAKMI Aceh Tengah Indrita Leosanti mengatakan akan mendukung program Pemerintah Daerah.

“Kami akan mendukung program Pemerintah Daerah, terutama yang sedang hot saat ini yaitu upaya menurunkan persentase Stunting,” ucapnya.

Tampak hadir dalam acara pelantikkan IAKMI hari itu, Ketua TP PKK Aceh Tengah, Puan Ratna dan sejumlah pejabat daerah terkait.(MK)