Inen Yazka Sambangi RSUD Datu Beru, “Perhatian Terhadap Stunting Tangung Jawab Bersama”

340

Takengon – Perdana dampingi kunjungan kerja Penjabat Bupati Aceh Tengah, Pj. Ketua TP PKK Aceh Tengah, Novita. turut serta pantau penanganan stunting di Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru Takengon, Kamis (19/1/2023).

Semua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) baik tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga Kampung dan dasawisma harus diajak, ikut memberi perhatian terhadap upaya lanjutan penangan stunting di daerah masing-masing, Ujar Pj. Ketua TP PKK, dalam kesempatan yang tampak didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Ketol Aceh Tengah.

“Penanganan stunting atau anak kerdil karena kurang asupan gizi akut disebut merupakan program prioritas nasional yang harus didukung turut disukseskan di daerah”, Katanya.

Dalam pelaksanaan program nasional penurunan prevalensi stunting, rumah sakit memiliki peranan sebagai pusat rujukan kasus stunting untuk memastikan kasus, penyebab, dan tata laksana lanjut oleh dokter spesialis anak, Imbuh Novita.

Adapun pelaksanaan program stunting yang dapat dilaksanakan di rumah sakit antara lain inisiasi menyusu dini (IMD), konseling ASI eksklusif, serta komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada ibu atau pengasuh anak.

Sedangkan bagi anak yang mengalami masalah asupan makan, sehingga anak kurus dan berisiko mengalami malnutrisi, maka harus dirujuk kepada nutrisionis atau dietisien untuk dilakukan asesmen lebih lanjut dan diberikan asuhan gizi.

Sementara itu, intervensi gizi atau pemberian diet yang dilakukan pada pasien anak yang dirawat inap di rumah sakit disesuaikan dengan kondisi medis pasien, antara lain pemberian makanan dan MP-ASI untuk anak lebih dari 6 bulan serta edukasi dan konseling gizi.

Setelah pulang dari rawat inap, maka diperlukan monitoring pasien pasca rawat dengan stunting, sehingga tumbuh kembang dan kecerdasan optimal dengan pemeriksaan di Puskesmas maupun Posyandu.

Selain itu, rumah sakit sebagai pusat rujukan balita gizi buruk dengan komplikasi medis. Rumah sakit juga dapat melaksanakan pendampingan klinis dan manajemen serta penguatan jejaring rujukan kepada rumah sakit dengan kelas di bawahnya dan FKTP di wilayahnya dalam tata laksana stunting dan gizi buruk.

“Dengan adanya kerja sama antar profesi dan lintas instansi maupun lintas sektor, maka diharapkan penurunan prevalensi stunting dan wasting sesuai target dapat segera terealisasi dengan baik”, Harap Pj. TP PKK Novita atau Masyarakat Gayo menamainya dengan sebutan Inen Yazka. (HMA/ProkopimAT)

X