Kampanye Peduli Sampah, Ratusan Relawan Turun Ke Jalan Bersihkan Wajah Pasar Paya Ilang Takengon

62

Takengon – Ratusan Relawan Peduli Lingkungan yang diprakarsai oleh Komunitas Gayo Peduli Kemanusiaan (KGPK), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Komunitas Lingkungan Hidup Gayo (KLHG) turun ke jalan membersihkan wajah Pasar Paya Ilang Takengon, yang diawali dengan bersih-bersih di sepanjang Jalan Lembaga, Blang Kolak II, Jum’at (21/02).

Kegiatan Bakti Sosial yang turut diikuti sejumlah anggota TNI dari Kodim 0106 Aceh Tengah, Relawan Tagana, Anggota Pramuka dan “Pasukan Orange” dari dinas kebersihan, mencoba menggugah kepedulian masyarakat dengan mendatangi Pasar Paya Ilang Takengon sambil membawa serta sejumlah peralatan kebersihan seperti sapu, garuk, dan sejumlah karung sebagai wadah menaruh sampah sebelum diangkut oleh armada untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir sampah di Kampung Mulie Jadi Kecamatan Silih Nara.

Ketua Relawan, Hardi Saputra menjelaskan bahwa kegiatan Bakti Sosial yang dilakukan pada hari ini merupakan refleksi atas Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional serta sebagai wujud rasa peduli dan cinta terhadap kebersihan Kota Takengon, yang saat ini sedang merayakan hari jadinya yang ke 443.

“Dalam rangka memperingati HUT ke 443 Kute Takengen dan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2020, kami atas nama Relawan Peduli Lingkungan yang tergabung dari Komunitas Gayo Peduli Kemanusiaan (KGPK), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Komunitas Lingkungan Hidup Gayo (KLHG) berinisiatif melakukan sebuah pergerakan kecil namun berdampak besar untuk sebuah perubahan sekaligus ingin membantu pemerintah daerah dalam menanggulangi masalah sampah yang semakin tidak menentu di Kabupaten Aceh Tengah, terkhusus di Kota Takengon, dan melalui kegiatan ini, mudah-mudahan menjadi langkah awal yang baik bagi kita semua untuk membuat perubahan yang nyata”, paparnya.

Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar yang ditemui ditengah-tengah acara pelepasan relawan, menyampaikan bahwa masalah sampah adalah masalah kita semua, terutama bagaimana merubah mindset masyarakat agar peduli dengan kebersihan, khususnya masalah penanganan sampah.

“Kita jangan lagi membuang sampah, tapi meletakkan sampah pada tempatnya. Kedepan kita tidak lagi membuang sampah tapi mengelola sampah agar dapat diolah menjadi pupuk. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, ada perusahaan yang sudah melakukan penandatanganan MoU dengan kita untuk mengolah sampah di Aceh Tengah ini, yang nantinya kita harapkan bantuan LSM maupun petugas kebersihan untuk bekerjasama”, jelas Shabela.

“Kedepan bagaimana kita melaksanakan program kota bersih, Indonesia bersih dan manusia bersih, harus terus kita lakukan, dan kami harap kepada ibu-ibu pasukan orange semangatnya tidak boleh turun, dan berharap banyak komponen masyarakat yang tergugah untuk mewujudkan kebersihan kota Takengon” tambahnya.

Shabela Abubakar juga menyinggung bahwa, TPA terbesar di Kabupaten Aceh Tengah ini adalah Danau Lut Tawar. “Masih banyak masyarakat kita yang membuang sampah ke danau. Kita tidak bisa berbuat banyak untuk membersihkan sampah-sampah yang dibuang ke danau ini karena faktor kedalaman. Untuk ini kami mengajak relawan dan berbagai komunitas peduli lingkungan, untuk aktif mengkampanyekan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, khususnya yang menyangkut dengan kelestarian Danau Lut Tawar” tutupnya. (IMH/humas).