Kemendag RI Gelar Indonesian Coffee Week, Bupati Sampaikan Apresiasi

29

Takengon-Bupati Aceh Tengah, Drs. Shabela Abubakar menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perdagangan RI dan Uni Eropa dalam mendukung peningkatan promosi produk Kopi Gayo yang merupakan produk kebanggaan Indonesia.

Hal ini disampaikan Bupati melalui PLT. Sekretaris Daerah, Arslan Abd Wahab dalam Opening Statement Q/A pada acara Indonesian Coffee Week dan Coffee Tasting of Gayo Arabica Coffee yang berlangsung secara virtual dari Jakarta, Senin (21/09).

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas dukungan penuh Kementerian Perdagangan RI dan Uni Eropa melalui Program Kerja Sama Arise+ atas promosi produk Kopi Gayo yang merupakan Kopi Indonesia pertama yang IG-nya diakui di Eropa”, pesan Shabela.

“Diharapkan kerjasama ini dapat terus berlanjut dan menghasilkan kontrak dagang yang akhirnya dapat mensejahterakan eksportir dan petani kopi Gayo di Aceh Tengah”, harapnya.

Selain Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, turut memberikan pernyataan (statement) dalam acara yang dipandu dari Nusantara Coffee House Cafe, Lobby Gedung Utama Kementerian Perdagangan, masing-masing Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, Duta Besar RI untuk Hongaria dan Eropa Tengah Dimas Wahab, serta Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kasan.

Acara yang dikemas dalam Launching of The International Gayo Arabica Coffee Celebrating Week merupakan rangkaian kegiatan Indonesia Coffee Week yang berlangsung pada 17-25 September 2020 itu, merupakan kolaborasi Kemendag bersama Arise+ Indonesia dalam rangka mempromosikan sekaligus meningkatkan awareness produk dengan Indikasi Geografis sebagai komponen penting untuk meningkatkan daya saing di pasar ekspor.

Untuk diketahui Kopi arabika gayo merupakan salah satu kopi IG yang memiliki rasa dan ciri khas rasa yang telah dikenal dunia. Pada 2017, melalui bantuan dengan EU-Indonesia Trade Cooperation Facility (TCF, 2011—2016) kopi gayo mendapatkan status Protected Geographical Indications (PGI) dari Uni Eropa. Kerja sama bilateral untuk mempromosikan dan meningkatkan branding kopi gayo berlanjut melalui program ARISE+ Indonesia senilai EUR 15 juta (2019—2023).

Menteri Perdagangan menyampaikan, IG merupakan ciri khas produk di wilayah tertentu dimana kualitas, reputasi atau karakteristik melekat dengan daerah asal produk serta memiliki faktor lingkungan geografis produk.

“Ciri-ciri tersebut, meliputi faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari keduanya, yang memberikan reputasi, kualitas dan karakteristik tertentu pada barang atau produk yang dihasilkan”, ungkapnya.

Dikatakan Mendag, saat ini Indonesia dan Uni Eropa dalam proses negosiasi Indonesia-EU Confrehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Salah satu kesepakatannya adalah pertukaran registrasi produk IG serta membuka jalan bagi pengakuan produk IG Indonesia di Uni Eropa dan sebaliknya.

“Produk IG Indonesia merupakan pembawa identitas bangsa Indonesia di Pasar Eropa. Kopi Arabica Gayo merupakan produk IG Indonesia pertama yang diakui Eropa sejak 2017. Diharapkan dengan finalisasi IEU-CEPA ini berbagai jenis kopi dan produk IG lainnya dapat diakui serta dilindungi di pasar Uni Eropa,” jelas Mendag.

Diakhir acara yang turut dihadiri secara virtual oleh para Duta Besar dan Perwakilan Perdagangan di Uni Eropa, petani kopi, eksportir dan buyer kopi turut dilangsungkan misi dagang secara virtual dari para pembeli di Uni Eropa. (IMH/ Humas).