Malam Resepsi Tutup Rangkaian Peringatan HUT Ke 443 Kota Takengon

76

Takengon – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menggelar Malam Resepsi Peringatan HUT Ke-443 Kota Takengon, di Gedung Olah Seni, Selasa (10/03) yang berlangsung meriah dan penuh keakraban.

Mewakili Panitia, Ariansyah, S.Sos., MAP menyampaikan laporannya bahwa, malam resepsi yang digelar pada malam ini, merupakan acara pamungkas atas rangkaian kegiatan Peringatan HUT Ke-443 Kota Takengon yang pelaksanaannya telah dimulai sejak tanggal 14 Februari 2020 lalu yang ditandai dengan kegiatan Operasi Bibir Sumbing Gratis dan terakhir perhelatan Pacuan Kuda Tradisional di Lapangan HM. Hasan Gayo Belang Bebangka, Pegasing yang telah ditutup pada tanggal 01 Maret 2020 lalu.

“Alhamdulillah Pelaksanaan Peringatan HUT Ke-443 Kota Takengon pada tahun ini dapat terlaksana dengan baik. Ada delapan rangkaian kegiatan yang kita laksanakan pada tahun ini, yang dimulai sejak tanggal 14 Februari 2020 melalui kegiatan Operasi Bibir Sumbing Gratis dan terakhir perhelatan pacuan kuda tradisional di lapangan HM. Hasan Gayo Belang Bebangka, yang pelaksanaannya telah ditutup oleh Bapak Bupati pada tanggal 01 Maret 2020 lalu”, lapor Ariansyah.

Dia juga menambahkan bahwa, disamping delapan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh panitia tersebut, juga terdapat beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi kepemudaan maupun lembaga swadaya/ relawan kemasyarakatan seperti kegiatan donor darah, kampanye kebersihan, gotong royong masal dan lain sebagainya.

Bupati Aceh Tengah, Drs. Shabela Abubakar ketika mengawali sambutannya menyampaikan ungkapan rasa syukur yang mendalam, karena rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan hari jadi Kota Takengon dapat berlangsung dengan baik dan dapat dinikmati oleh masyarakat.

Disamping itu, Shabela juga menyampaikan bahwa peringatan HUT Kota Takengon tahun ini ada yang berbeda dari peringatan pada tahun-tahun sebelumnya. Dimana pada tahun ini, peringatan HUT Kota Takengon dijadikan sebagai momentum penggalian tradisi budaya Gayo sebagai wujud kecintaan untuk melestarikan adat dan budaya lokal.

“Ada yang berbeda pada peringatan HUT Kota Takengon tahun ini, dimana beberapa rangkaian kegiatan disisipkan dengan prosesi adat dan istiadat Gayo. Dimulai dengan prosesi Munirin Reje dan penyampaian pertanggungjawaban Bupati selaku Ulu Rintah kepada masyarakat, kemudian dilanjukan dengan Sidang Paripurna Istimewa DPRK yang kental dengan nuansa adat Gayo seperti seluruh hadirin dan undangan wajib menggunakan pakaian bermotif kerawang Gayo, juga rangkaian protokuler dan acara menggunakan bahasa Gayo”, Ungkap Shabela.

Bupati mengharapkan bahwa hari jadi kota Takengon yang diperingati setiap tahunnya, dapat dijadikan sebagai momentum untuk mempromosikan pariwisata, dan tradisi budaya Gayo sehingga memiliki nilai jual untuk menghadirkan wisatawan berkunjung ke daerah ini.

“Kita ingin setiap tahun peringatan ini dapat diagendakan dalam kalender tahunan dan disampaikan seluas-luasnya, agar diketahui oleh seluruh masyarakat Aceh Tengah dan banyak masyarakat luar, sehinga dapat kita jadikan sebagai media untuk mempromosikan kebesaran budaya kita dan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah yang kita cintai ini”, harap Shabela.

Shabela juga menekankan, kiranya peringatan HUT Kota Takengon yang baru diperingati ini tidak hanya sekedar seremoni dan rutinitas kegiatan semata, melainkan harus ada hikmah, nilai dan makna yang dapat diambil dari sebuah peringatan. “Dengan harapan dan do’a, semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita semua, dan membimbing kita mencapai cita-cita masa depan Aceh Tengah yang lebih baik, lebih sejahtera, lebih berkeadilan dan lebih bermartabat”. Tutupnya.

Malam Resepsi yang turut dihadiri oleh Wakil Bupati Aceh Tengah, Unsur Forkopimda, Anggota DPRK serta pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, masyarakat dan undangan lainnya, dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni budaya dan dirangkai dengan penyerahan penghargaan serta pemberian hadiah aneka perlombaan yang sebelumnya telah dipertandingkan.

Untuk penyerahan penghargaan, diberikan kepada 8 (delapan) orang masyarakat dan putra/ putri Aceh Tengah yang dinilai berprestasi dalam pengembangan adat, istiadat dan kreasi kerajinan serta mempromosikan budaya Gayo ke kancah Nasional maupun Internasional, juga penghargaan bagi guru dan kepala sekolah berprestasi.

Disamping itu, pada kesempatan yang sama juga dilakukan pemberian hadiah bagi pemenang lomba pawai budaya yang gelarannya telah dilakukan pada tanggal 18 Februari 2020, juga pemberian hadiah kepada Kecamatan/ Kampung yang mendapatkan penilaian terbaik atas 10 Program Pokok PKK. (IMH/Humas).