Milenial Gayo Festival Meriahkan HUT Kota Takengon, Ada Pameran Peninggalan Reje Linge

31

Takengon – Milenial Gayo Festival yang menampilkan berbagai kegiatan seni dan budaya Gayo turut memeriahkan HUT Ke-442 Kota Takengon, Aceh Tengah.

Milenial Gayo Festival ini akan berlangsung di lapangan musara alun kota setempat. Selain ada pagelaran seni dan budaya kegiatan juga diisi dengan musik hiburan menghadirkan artis lokal, seperti Arvan Ceh Kul dan Sakdiah.

Selain itu ada juga penampilan Naura dan Nabila, keduanya pernah tampil mewakili Provinsi Aceh di liga dangdut Indonesia.

Sementara pada acara pembukaan di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon, Sabtu (16/2/2019) sejumlah pejabat daerah dan pelaku seni turut hadir.

Terlihat juga anggota DPR-RI Ir Tagore Abubakar, Wakil Bupati Aceh Tengah H Firdaus SKM, Ketua TP PKK Puan Ratna dan Wakil Ketua TP PKK Nurmaini SPd.

Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar dalam sambutannya mengatakan pemerintah daerah berkomitmen melestarikan dan mempertahankan seni dan budaya Gayo.

Karena itu setiap kegiatan budaya dan seni yang digelar akan terus mendapat dukungan dari pihaknya.

Apalagi daerah penghasil kopi arabika Gayo ini memiliki potensi wisata yang patut dikembangkan.

“Kita ingin seni dan budaya Gayo yang ada di daerah ini tidak hanya dinikmati oleh masyarakat kita saja, tapi juga oleh masyarakat luar, sehingga punya nilai jual wisata,” ujarnya dalam sambutan membuka kegiatan.

Dia mengaku kepedulian generasi muda terhadap pelestarian seni dan budaya Gayo mulai terlihat melalui berbagai even yang digelar.

“Sudah mulai ada kepedulian terhadap seni dan budaya Gayo, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa, baik yang ada di luar daerah maupun di Aceh Tengah,” kata Shabela.

Pada kesempatan itu juga ada pameran benda-benda bersejarah peninggalan Reje Linge yang diperkirakan telah berumur antara 300 bahkan 1000 tahun.

Setidaknya ada 480 jenis benda bersejarah yang diperlihatkan kepada masyarakat setempat. Menurut Tagore benda bersejarah itu akan disimpan lebih lanjut di tempat yang layak.

“Tergantung bagaimana kebijakan Pemerintah Daerah untuk menempatkan benda ini, apakah dimesium nantinya,” sebut Tagore.

Menanggapi hal itu, Shabela mengatakan akan mengupayakan sebuah mesium untuk menyimpan benda peninggalan Reje Linge.

“Akan diupayakan tempatnya, sehingga benda-benda yang memiliki nilai historis ini dapat terjaga dan terawat dengan baik,” timpalnya. [Mik]