Pemkab Aceh Tengah Bahas Isu Sentral Melalui Rakor Tim Kewaspadaan Dini Pemerintah Daerah

111

Takengon – Rapat Koordinasi (Rakor) Kewaspadaan Dini Pemerintah Daerah yang digelar Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh Tengah berlangsung di Pendopo Bupati Selasa (17/3/2020).

Tim Kewaspadaan Dini Pemerintah Daerah memiliki peran penting dalam membantu pemerintah melakukan antisipasi dini pada setiap kondisi yang memungkinan memicu munculnya masalah ditengah masyarakat, sehingga forum yang melibatkan langsung berbagai stakeholder ini diharapkan dapat lebih meningkatkan perannya dan kewenangannya masing masing.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Kesbangpol telah membentuk kepengurusan baru Tim Kewaspadaan Dini Pemerintahan Daerah sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 Tahun 2018 ke Permendagri no 46 tahun 2019 tentang Kewaspadaan Dini Pemerintah Daerah yang sebelumnya lebih dikenal dengan istilah Komunitas Intelejen Daerah (KOMINDA).

Kepala Kesbangpol Aceh Tengah Munawardi Ridha mengatakan, rapat tersebut dilaksanakan sebagai sarana menfasilitas dan menyatukan persepsi antar semua pemangku kepentingan dari kalangan Pemkab, Polres, Kodim, Kejari, Imigrasi dan pihak terkait dalam rangka menyikapi perkembangan situasi dan kondisi di kabupaten saat ini, khususnya terkait dengan isu-isu yang sentral yang sedang berkembang saat ini.

“Banyak hal yang dibahas oleh Tim ini, termasuk isu corona, yang sedang marak, terkait dengan situasi kondisi daerah, komunikasi terkait untuk pemecahan permasalahan seperti inilah salah satu hal yang kita ingin bangun, satu kesimpulan, satu langkah dalam menyikapi perkembangan situasi yang ada pada saat ini di daerah kita”, kata kepala kesbangpol yang kerap disapa Win Beres itu.

Rapat Tim Kewaspadaan Dini Pemerintahan Daerah turut dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Kajari, Wakapolres, Pasi Intel Kodim 0106, BIN, Kepala Imigrasi dan jajaran Instansi terkait lainnya.

Terpisah, Sekda Aceh Tengah Karimansyah l, SE, MM selaku wakil ketua Tim menyambut baik pelaksanaan rapat tersebut. Pasalnya, rapat ini menurut Karimansyah sebagai upaya untuk mendorong terciptanya stabilitas kondisi keamanan dan kenyamanan lingkungan di daerah Kabupaten Aceh Tengah.

Selain itu untuk mengantisipasi berbagai bentuk ancaman, tantangan, gangguan hingga mendeteksi dan mencegah dini setiap hal-hal yang dapat mempengaruhi jalannya pembangunan, termasuk dalam rapat kali ini difokuskan pada antisipasi penanganan dan pencegahan virus corona.

“Jadi rapat ini sangat positif dalam hal menangkal hal-hal yang terjadi di Kabupaten Aceh Tengah kedepannya, kebetulan saat ini yang sedang marak penanganan virus corona (covid-19)”, katanya yang ditemui seusai kegiatan tersebut.

Meski Kabupaten Aceh Tengah terbilang kondusif, namun Karimansyah berharap semua sektor harus tetap sigap dan siap jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan sehingga melalui rapat ini diharapkan terus berkesinambungan dan ditindak lanjuti hingga ke tingkat bawah yang kerap lebih dahulu mengetahui info terkait perkembangan situasi terkini di daerah.

“Saya berharap ini bisa dilakukan secara berkelanjutan untuk menghindari hal-hal yang kita tidak kehendaki dari segala sektor di tengah-tengah masyarakat kita”, harapnya.

Dalam pernyataan pamungkas menutup rapat tim tersebut Karimansyah menyampaikan, tingkatkan edukasi dan pemahaman masyarakat kita terkait virus corona, agar tidak berdampak kepada gangguan keamanan di kabupaten Aceh Tengah, kesiagaan semua elemen terkait harus lebih di tingkatkan, terutama para petugas pelayanan kesehatan selain lebih siaga namun juga mengutamakan dan menjaga kondisi kesehatannya, untuk pemantauan terhadap keberadaan orang asing terapkan protap secara tegas, pembatasan izin keramaian agar ditinjau secara baik dan himbauan kepada para pengelola tempat wisata ditutup sementara sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus Corona virus Disease 2019 /covid -19. (HMA/Humas)