Pengrajin Lokal di Gayo Kembali Punya “Payung

16

Takengon – Setelah sekian lama vakum alias non-aktif, Gedung Pusat Promosi Kerajinan Gayo yang berada di kawasan Paya Ilang Takengon kembali diaktifkan. Peluncuran “payung” para pengrajin lokal tersebut digelar, Kamis (14/2/19) pagi.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Tengah, Puan Ratna, tak kuasa menahan rasa sukacita dalam acara peresmian itu. Terungkap saat Puan memberi kata sambutan.

“Terus terang hari ini adalah momen yang membahagiakan dan kita tunggu bersama. Terutama bagi Dekranasda Aceh Tengah yang sangat punya kepentingan agar pusat promosi kerajinan dapat berfungsi dengan baik,” ungkapnya.

“Kita ketahui di lokasi kita ini sudah pernah diluncurkan menjadi pusat promosi, bahkan namanya juga masih tertera jelas. Tapi, sangat disayangkan selama ini tidak berfungsi sesuai harapan kita,” katanya.

Istri orang nomor satu di Aceh Tengah itu menyebutkan, tidak perlu dikaji siapa yang salah dengan kevakuman pusat promosi tersebut. Namun, bagi Puan yang perlu ditinjau adalah apa kendala yang dihadapi selama ini sehingga tidak berfungsi.

“Tugas kita saat ini adalah mencari solusi dari kendala-kendala tersebut. Sehingga tidak mengalami situasi yang sama seperti yang sudah terjadi,” cetusnya.

Selaku Ketua Dekranasda, lanjut Puan, ia berterus terang memiliki beban bila pusat promosi itu tidak berjalan. Untuk meringankannya, perlu dukungan dari semua pihak.

“Sehingga beban menjadi ringan dan tujuan dapat tercapai,” tuturnya.

Diketahui, Dekranas adalah organisasi nirlaba yang menghimpun pencinta dan peminat seni untuk memayungi dan mengembangkan produk kerajinan dan mengembangkan usaha tersebut. Serta berupaya meningkatkan kehidupan pelaku bisnisnya, yang sebagian merupakan kelompok usaha kecil dan menengah (UKM).

“Tujuan keberadaan pusat promosi ini adalah sebagai wadah untuk menampung kerajinan dan produksi rumah tangga maupun usaha kecil menengah masyarakat kita,” terang Puan.

Puan menjelaskan, walaupun mungkin secara mandiri, pengrajin atau wirausaha sudah berjalan masing-masing, tetapi sebagai organisasi yang konsen dalam pengembangan kerajinan dan produk lokal, Dekranasda berkewajiban untuk mempromosikan berbagai produk tersebut.

“Kita harus yakin bisa berhasil. Tentu hal ini membutuhkan dukungan semua pihak, manejemen yang baik dan kebersamaan dari seluruh komponen serta stake holders Dekranasda Aceh Tengah,” tambahnya.

Puan berharap melalui pusat promosi yang yang diresmikan hari itu menjadi momentum kebangkitan hasil kerajinan di Gayo.

Acara ini dihadiri Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, para kepala SKPK, camat, dan segenap pimpinan organisasi wanita, serta pengurus dan anggota Dekranasda Aceh Tengah. Turut hadir para pengrajin dan pedagang yang menjadi mitra Dekranasda.

Sementara, Bupati Shabela dalam peresmian tersebut mengatakan, Dekranasda punya peran strategis sebagai motor penggerak yang akan menjaga agar pusat promosi ini tetap bertahan, terus eksis dan berkembang.

Untuk itu, kata Shabela, perlu inovasi dan kreatifitas, komitmen dan kerja bersama dari seluruh pemangku kepentingan.

“Termasuk jajaran SKPK, seperti yang disampaikan oleh ketua Dekranasda tadi, agar menggandeng Dekranasda terutama dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat,” kata Shabela.

Dia menekankan sebagai daerah wisata keberadaan pusat promosi adalah keharusan. Sebab menjadi upaya untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Apalagi kota berhawa dingin itu didukung oleh potensi sumber daya alam dan keunikan hasil kerajinan tangan. Terutama Kerawang Gayo yang sudah mendapat pengakuan nasional sebagai budaya takbenda Indonesia.

“Negara saja sudah mengakui bahwa Kerawang Gayo menjadi budaya nasional. Tentu kita harus lebih mampu mempromosikan dan menawarkan produk Kerawang Gayo kepada masyarakat luar,” tegas Shabela menyerukan.

Shabela juga meminta potensi kerajinan tangan seperti Keni Gayo dan lainnya, perlu terus digali dan dipromosikan.

Ditegaskan gedung tersebut tidak asal diresmikan, Tapi benar-benar memberi manfaat, dapat bertahan dan terus berkembang. [Mik]