Plt. Gubernur Aceh Salurkan Bantuan Masa Panik Bagi Korban Bencana Banjir Bandang

41

Takengon – Setelah menjalani sahur bersama di tenda pengungsian korban bencana banjir bandang di komplek SDN 3 Kebayakan subuh tadi, Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Sabtu (16/05) pagi melanjutkan kunjungannya untuk meninjau kerusakan akibat bencana banjir bandang yang terjadi pada titik lokasi terparah yakni pada Dusun Singah Mata Kampung Paya Tumpi Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah.

Datang ditemani istri dan juga Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh, serta beberapa Anggota DPRA dari Dapil IV AT-BM, Nova Iriansyah turut mengantarkan bantuan masa panik kepada warga yang mengalami musibah dan bantuan uang untuk perbaikan meunasah yang rusak diterjang banjir bandang Rabu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Nova berpesan kepada warga untuk bersabar atas musibah yang terjadi, dan berjanji bahwa pemerintah akan hadir untuk memenuhi kebutuhan, khususnya bahan pokok dimasa panik.

“Kita sudah melihat secara langsung dampak dari bencana ini. Kami turut berduka dan prihatin atas musibah yang terjadi” ungkapnya.

“Bapak dan ibu tidak sendiri, pemerintah akan hadir untuk memenuhi kebutuhan sembako, khususnya dimasa panik ini” lanjutnya.

Nova juga berjanji bahwa penanganan pasca bencana nantinya akan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan beberapa OPD terkait.

Dia juga mengatakan telah menyampaikan kepada menteri PUPR melalui BPJN-1 Aceh, agar jalan yang hampir putus akibat banjir ini dirubah dan diperbaiki.

“Mengenai infrastruktur kampung akan kita mulai secara bertahap. Sebelumnya kita mulai dulu dengan rumah yang hanyut dan rusak. Kebun yang rusak juga akan kita bantu. Makanya nanti kami akan melibatkan dinas terkait secara terpadu seperti dinas pertanian dan dinas permukiman” urainya.

“Sedangkan untuk jalan yang ada didepan ini, kami sudah menyampaikan kepada menteri agar jalannya dirubah menjadi jembatan, karena ini adalah jalur lalu lalang air” tambahnya.

Disinggung mengenai penanganan bencana di Kabupaten Aceh Tengah secara berkelanjutan, orang nomor satu di Provinsi Aceh itu berpendapat bahwa bila memang terpenuhi syarat untuk menjadikan kabupaten ini sebagai daerah siaga bencana, akan dilakukan upaya ke arah itu.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah yang turut mendampingi rombongan Plt. Gubernur Aceh sejak sahur tadi, mengungkapkan rasa terima kasih mendalam atas perhatian dan bantuan yang terus berdatangan dari berbagai pihak selama beberapa hari terakhir.

Shabela menjelaskan, bantuan yang datang tidak hanya bersumber dari instansi pemerintah, tetapi banyak sekali bantuan yang datang dari masyarakat, koorporasi, swasta dan lembaga lainnya, bahkan dari luar provinsi Aceh.

“Alhamdulillah. Bantuan terus berdatangan dari berbagai pihak. Kami sangat berterima kasih atas empati yang ditunjukkan oleh saudara-saudara kami yang telah menyalurkan bantuannya” ungkap Shabela.

“Hari ini, bantuan datang dari Plt. Gubernur Aceh. Mudah-Mudahan warga kami yang tertimpa musibah dapat terhibur dan sangat terbantu” lanjutnya.

Mengenai antisipasi dan penanganan bencana banjir dan longsor yang akhir-akhir ini rawan terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berserta unsur Forkopimda akan terus berkolaborasi dengan jajaran yang ada dibawahnya, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan setiap perkembangan yang berpotensi terjadinya bencana banjir dan longsor. (IMH/ Humas).