Project SCOPI-ITFC di Kabupaten Aceh Tengah Dimulai, Dibuka Bupati Shabela Melalui Kick-Off Meeting

30

Takengon – Bupati Aceh Tengah, Drs. Shabela Abubakar secara resmi membuka Kick-Off Meeting dan Rangkaian Kegiatan Indonesian Coffee Export Development Program, yang diselenggarakan di Operational Room Setdakab Aceh Tengah, Rabu (13/10).

Kegiatan yang merupakan project kerjasama SCOPI-ITFC itu, dihadiri langsung oleh Direktur Eksekutif SCOPI Paramita Mentari Kesuma dan Senior Associate Regional Coordinator Trade and Business Development ITFC, Fathu Hidayat.

Selain itu turut pula hadir dalam kesempatan tersebut, Gubernur Aceh yang diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Aceh Mawardi, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Cut Huzaimah, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh Martunis, dan Kabid Perdagangan Luar Negeri Disperindag Aceh, Teuku Satria Wira.

Sementara itu, dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, selain Bupati Shabela Abubakar turut hadir Sekda Subhandhy, Kadis Pertanian Nasrun Liwanza, Plt. Kadis Perkebunan Sabrin, serta koperasi Eksportir/ Pembina petani kopi dan empat orang Master Trainer SCOPI asal Aceh Tengah.

Mengawali sambutannya, Bupati Shabela menyampaikan apresiasi atas ditunjuknya Kabupaten Aceh Tengah sebagai salah satu dari dua kabupaten yang menjadi project percontohan jangka pendek SCOPI-ITFC dalam penerapan praktek pertanian yang baik dan pelatihan paska panen bagi petani kopi dalam upaya meningkatkan produktifitas dan kualitas sektor kopi Indonesia terutama kopi arabika Gayo, dari hulu-hilir dalam rantai nilai.

Bupati menyebutkan melalui program ini pastinya akan memberikan kontribusi bagi pengembangan kualitas dan kuantitas perkebunan kopi arabika Gayo secara berkelanjutan.

“Melihat pentingnya program ini bagi keberlanjutan pembangunan perkebunan kopi di Kabupaten Aceh Tengah, kami berharap momentum ini dapat menjadi motivasi dan menambah pengetahuan bagi petani kami, untuk kemudian diimplementasikan dengan baik,” ujar Shabela.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif SCOPI Paramita Mentari Kesuma dalam paparannya mengemukakan program yang saat ini sedang dijalankan pihaknya merupakan proyek kerjasama dengan International Islamic Trade Finance Coorporation (ITFC) dalam melakukan kolaborasi bersama untuk mewujudkan kopi Indonesia yang berkelanjutan.

Menurutnya, untuk mewujudkan kopi berkelanjutan ada beberapa upaya yang perlu dilakukan. Diantaranya penguatan organisasi petani, penerapan praktik budidaya kopi yang baik dan berkelanjutan berikut teknik pascapanen, serta program kerjasama dan kemitraan.

Terkait dengan upaya dimaksud, ditujukan untuk mencapai peningkatan yang berkelanjutan dan berdampak pada kuantitas dan kualitas hasil kopi di Indonesia dengan memperluas pengembangan kapasitas dan mempromosikan praktik pertanian yang baik dan ditingkatkan kepada petani kopi.

“Hal ini, diharapkan dapat berdampak pada produktifitas dan pendapatan petani kecil, dan pada akhirnya meningkatkan perdagangan kopi Indonesia.” Jelasnya.

Usai pelaksanaan Kick-off meeting yang dilaksanakan sehari penuh itu, direncanakan akan dilanjutkan dengan kegiatan kunjungan lapangan pada hari berikutnya, dengan mengambil tempat di perkebunan kopi masyarakat di Kecamatan Bebesen. (IMH/ProkopimAT)