Setelah Hand Sanitizer, Bupati Shabela (Kembali) Programkan Pembagian Masker Untuk Masyarakat

84

Takengon – Setelah beberapa waktu yang lalu Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah membagikan ribuan botol hand sanitiser kepada masyarakat yang rentan terpapar virus corona maupun bagi fasilitas umum dan rumah ibadah, Bupati Aceh Tengah kembali menggagas program perlindungan rakyat berupa pembagian masker untuk seluruh masyarakat di Kabupaten yang ia pimpin sejak tahun 2017 itu.

Wacana tersebut disampaikan oleh Shabela Abubakar dalam arahannya ketika memimpin Rapat Koordinasi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bersama jajaran Forkopimda dan Seluruh Kepala Dinas/ Badan dalam Pemerintahan Kabupaten Aceh Tengah, di Gedung Opr. Room kabupaten setempat, Rabu (08/04).

Beliau menargetkan sebanyak 300 ribu masker dapat dipersiapkan untuk disalurkan secara merata kepada seluruh masyarakat.

“Kita hitung-hitung, setidaknya dibutuhkan sekitar 300 ribu masker untuk mencakup seluruh masyarakat kita”, ujarnya.

Shabela menerangkan, program pembagian masker ini dirasa penting, mengingat sesuai dengan protokol yang dikeluarkan oleh WHO, penggunaan masker dinilai sangat efektif dalam pencegahan penyebaran virus corona dari orang ke orang.

Program ini juga seiringan dengan langkah Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam mengimbau masyarakat khususnya ASN dan Tenaga Kontrak, untuk menggunakan masker ketika keluar rumah atau ke tempat keramaian apalagi bila berurusan pada unit pelayanan publik.

“Rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO agar seluruh masyarakat menggunakan masker saat keluar rumah. Kalau kemarin, yang sakit yang pakai masker, sekarang tidak. Semua yang keluar rumah wajib pakai masker”, tegas Shabela.

Sebagai langkah awal paska diterbitkannya Surat Edaran bernomor: 100/1157/Tapem tanggal 6 April 2020 tentang Penggunaan Masker, Bupati Aceh Tengah telah menginstruksikan kepada setiap kepala SKPK untuk bertanggung jawab dalam menyediakan dan membagi masker kepada setiap pegawai yang ada dibawahnya.

Disamping itu, pengadaan dari sumber lainnya juga sedang diupayakan dapat diperoleh melalui donasi perusahaan swasta atau koorporasi yang selama ini beraktifitas di Kabupaten Aceh Tengah.

Dan yang tidak kalah penting, Shabela juga mengajak segenap ASN yang ada dalam pemerintahannya agar ikut berpartisipasi untuk menyisihkan sedikit penghasilan mereka bagi pengadaan masker ini.

“Pada pertemuan terdahulu, pihak perusahaan telah banyak yang setuju untuk menggunakan dana tanggung jawab sosial atau CSR mereka untuk dialokasikan bagi penanganan penyebaran Covid-19 di daerah ini. Namun, kita akan menyurati kembali para koorporasi tersebut untuk dapat memberikan bantuannya dalam bentuk barang, khususnya masker. Dan kita akan menganjurkan mereka untuk memperolehnya melalui pemberdayaan usaha kecil lokal”, Jelas Shabela.

“Dari sisi kebutuhan masker bagi ASN dan Tenaga Kontrak, kepala SKPK berkewajiban untuk menyediakan masker bagi personil yang ada dibawah jajarannya. Tolonglah berpartisipasi untuk dipotong TC-nya. Begitu juga PNS. Kalau dikumpulkan bisa menghasilkan uang ratusan juta dan dapat dipergunakan untuk membeli masker”, tambahnya.

Adapun untuk jenis masker yang akan disediakan nantinya berupa masker kain, masker bedah, maupun masker N95. Masing-masing masker nantinya akan diperuntukan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Secara spesifik, masker kain dapat digunakan bagi masyarakat yang dalam kondisi sehat ketika berada ditempat umum atau berinteraksi dengan orang lain. Masker bedah dipergunakan bagi tenaga kesehatan dan orang sakit. Sementara itu masker N95 dipergunakan khusus untuk tenaga medis yang menangani pasien dengan resiko infeksi tinggi.

Dalam hal ini, masker yang akan dibagikan nantinya kepada masyarakat adalah jenis masker kain. Pertimbangan ini dilakukan karena tindakan pencegahan ini diperuntukan bagi masyarakat yang sehat, disamping masker jenis ini juga mudah ditemukan dan dapat dibuat serta boleh dipakai berulang setelah dicuci.

“Tidak usah khawatir, pemakaian masker kain masih memenuhi protokol pemakaian masker dalam pencegahan penularan virus corona. Apalagi masker ini nantinya akan dibagikan untuk masyarakat yang kondisinya sehat ketika keluar rumah. Tetapi tetap harus jaga jarak kontak fisik 1 sampai 2 meter”, terang Shabela.

Meskipun tidak seefektif masker bedah apalagi masker N95 dalam menyaring partikel, masker kain menurutnya memiliki keuntungan karena bisa dipakai berulang.

“Tapi tentu saja harus dicuci dengan deterjen dan bila perlu pakai air panas. Karena deterjen dan air hangat bisa mematikan virus”, lanjutnya.

Dalam hal pengadaan masker kain yang jumlahnya tidak sedikit tersebut, orang nomor satu di kabupaten penghasil kopi arabika terbaik ini akan memproduksinya dengan memanfaatkan sumber daya lokal melalui pemberdayaan industri kecil di daerah itu sendiri.

“Balai Latihan Kerja, IKM Binaan Dekranasda, Industri Kerajinan Kerawang Gayo, atau bahkan usaha jahit rumahan yang ada dipedesaan akan kita berdayakan untuk menerima order ini”, harap Shabela.

“Mudah-mudahan melalui program pembagian masker ini tidak saja bermanfaat dari sisi kesehatan, namun juga memberikan daya dorong bagi geliat ekonomi dan dunia usaha kita ditengah kelesuan transaksi pertukaran barang dan jasa akibat pandemi covid-19 ini. Pastinya akan terjadi serapan tenaga kerja, juga perputaran uang ditengah-tengah masyarakat”, Pungkasnya.

Untuk diketahui, sebagaimana instruksi Bupati Aceh Tengah tentang pemakaian masker bagi ASN dan Tenaga Kontrak, beberapa hari lalu tampak aksi pembagian masker oleh Kepala Bagian dalam lingkungan Setdakab. Aceh Tengah untuk para karyawan yang ada dibawah jajaran masing-masing.

Respon ini juga terlihat dilakukan oleh Kepala Bagian Humas dengan melakukan pembagian masker kain, masing-masing 2 (dua) pcs per pegawai.

“Ini baru kita beli tadi. Masing-masing dapat 2 (dua) pieces per orang. Setiap personil Bagian Humas dalam melakukan tugas protokuler, pendokumentasian maupun peliputan wajib menggunakan masker, dan harus diganti (reuse) setiap empat jam sekali”, kata Kabag. Humas, Salman Nuri.

“Kami menyadari jumlah masker yang dibagikan ini masih jauh dari cukup, mengingat mobilitas bagian humas sangat tinggi. Namun untuk sementara waktu cukuplah”, Tutupnya. (IMH/Humas).