Setelah Jamat, Bupati Safari Ramadhan ke Pamar

84

Takengon – Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar memanfaatkan bulan Ramadhan untuk mempererat silaturrahmi terutama dengan masyarakat yang relatif jauh dari Takengon.

Setelah minggu lalu mengunjungi Jamat, kali ini Shabela bersafari ke Kemukiman Pamar, Sabtu (01/06). Wilayah Jamat merupakan ujung timur Aceh Tengah, dan Pamar merupakan ujung baratnya.

Sama halnya seperti kunjungan ke Jamat, Shabela mengikutsertakan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bahkan terlihat lebih ramai.

Kunjungan orang nomor satu di Aceh Tengah itu dimanfaatkan dengan baik oleh warga setempat, Mukim Pamar, Salihin mengutarakan beberapa masalah yang masih dialami oleh masyarakat.

“Pertama mesjid kami Pak, sulit sekali dibangun kalau hanya dari swadaya masyarakat,” ungkapnya.

Kemudian Salihin mengharapkan juga bantuan pembangunan jalan lingkungan, irigasi persawahan, hand traktor dan alat pemotong padi karena mayoritas masyarakat setempat bekerja sebagai petani di sawah.

“Untuk jalan Pak, jangan pikirkan pembebasan, masyarakat ikhlas dan mendukung pembangunan,” imbuhnya.

Bupati Shabela bisa merasakan kesulitan yang dialami oleh masyarakat setempat, karena itu kunjungan kali ini juga membawa seluruh pimpinan OPD untuk melihat langsung kebutuhan mendesak yang diperlukan masyarakat.

“Saya sangat mencintai Pamar, Puluhan tahun lalu saya ke Pamar masih jalan kaki, sekarang sudah bisa masuk mobil, ini adalah kondisi yang patut disyukuri,” ungkapnya.

Lantas Shabela menegaskan Dinas Pertanian untuk segera tahun ini juga mendatangkan alat pertanian seperti Traktor dan alat pemotong padi.

Begitu juga untuk bantuan mesjid, melalui Dinas Perumahan dan Permukiman mendapat alokasi dana sebesar Rp. 90 juta yang akan dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat.

Untuk meningkatkan sumberdaya manusia, Shabela mengharapkan masyarakat setempat dapat memanfaatkan dana kampung untuk menyediakan tempat bagi anak-anak melanjutkan sekolah di Kota Takengon atau Banda Aceh.

“Jangan sampai anak-anak kita putus sekolah, mereka lah harapan yang akan ikut membangun Pamar dimasa depan,” demikian Shabela.(MK)