Tingkatkan Pengawasan Obat dan Makanan, Pemkab Aceh Tengah Hibahkan Sebidang Tanah Untuk Loka BPOM

93

Takengon – Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar, menerima kunjungan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Aceh dalam rangka membahas pengawasan obat dan makanan di dataran tinggi Gayo Aceh Tengah, Jum’at (06/08).

Dalam kegiatan semi formal tersebut, Bupati Tengah Shabela Abubakar menyampaikan bahwa pengawasan obat dan makanan merupakan salah satu fokus kerja Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam memberikan perlindungan terhadap konsumen (masyarakat).

Bahkan dikatakan Bupati Shabela, keseriusan tersebut telah ditandai dengan hibah sebidang tanah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah untuk dijadikan sebagai lokasi pembagunan Kantor/Laboratorium LOKA POM di Aceh Tengah.

Menurut Shabela, dengan keberadaan kantor dan laboratorium kerja LOKA POM di Aceh Tengah, akan meningkatkan kinerja dan pengawasan obat, makanan dan kosmetik di Kabupaten berhawa sejuk itu.

“Kita hibahkan tanah ini demi menjaga kesehatan masyarakat Aceh Tengah. Kita tidak mau muncul kasus yang tidak kita harapkan di Aceh Tengah,” ujar Bupati.

Bupati Shabela juga menyatakan hal ini merupakan prioritas dari Pemkab Kabupaten Aceh Tengah untuk menjaga kesehatan masyarakatnya melalui perlindungan atas barang makanan, obat dan kosmetik yang beredar diterindikasi kadaluarsa dan mengandung bahan berbahaya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar POM Aceh Drs. Abdul Rahim, Apt, M.Si mengatakan bahkan kegiatan-kegiatan pengawasan obat dan makanan yang dilakukan oleh LOKA POM di Takengon telah banyak memberikan kontribusi dalam mengawasi dan mengedukasi masyarakat dari penggunaan bahan berbahaya/beracun lainnya.

Diungkapkannya, hal ini dapat berjalan karena adanya dukungan dan partisipasi besar yang diberikan oleh Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Aceh Tengah.

Dalam kesempatan itu, Abdul Rahim mengemukakan apabila Aceh Tengah dapat mengembangkan industri-industri makanan serta obat di daerah berhawa sejuk ini, tidak menutup kemungkinan balai besar POM juga akan didirikan di kabupaten Aceh Tengah.

“Daerah Gayo merupakan wilayah dengan hasil alam yang melimpah, banyak industri-industri yang dapat lahir serta obat-obatan yang menjadi ciri khas daerah Gayo. Tidak menutup kemungkinan Balai Besar POM dapat dibangun di sini” kata Abdul Rahim.

“Jika adanya Balai Besar POM di Aceh Tengah, maka balai itu dapat mencakup beberapa Kabupaten di sekitarnya, yaitu Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara dan Jabupaten lain yang memungkinkan,” sambung Kepala BPOM Aceh itu.

Selanjutnya Abdul Rahim juga menyinggung bahwa keberadaan sertifikasi obat dan makanan dewasa ini sangat mempengaruhi kualitas kepercayaan konsumen. Oleh karena itu, dia mengajak para pelaku usaha yang ada di daerah ini untuk senantiasa memperhatikan sertifikasi obat dan makanan dari barang-barang yang diproduksinya.

Dalam kunjungan sore hari yang diselingi dengan hidangan Kopi Gayo dan makanan khas Gayo, Pemkab Aceh Tengah dan Balai BPOM Aceh menyepakati untuk terus melakukan pengawasan terhadap obat dan makanan yang ada di wilayah kabupaten yang terkenal dengan keindahan Danau Laut Tawarnya itu.

Selain Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar dan Kepala Balai Besar POM Aceh Abdul Rahim, tampak hadir sore itu Sekretaris Daerah Aceh Tengah Subhandhy, AP, M.Si, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tengah dr. Yunasri, SKM, serta Kepala Loka Aceh Tengah Sri Wardono, S.Si, M,Si. (MLN/ProkopimAT)