Takengon – Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, menghadiri kegiatan Pengarahan dan Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah di Aula Umah Pesilangan, Kantor Kementerian Agama Aceh Tengah, Kamis (09/07/2026).
Program bimbingan perkawinan untuk calon pengantin ini merupakan program unggulan Bupati Aceh Tengah yang bekerjsama dengan Kemenag bertujuan membekali calon pengantin agar memiliki kesiapan lahir dan batin dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, sekaligus mendukung terwujudnya keluarga yang religius, harmonis, dan berkualitas.
Dalam arahannya, Bupati Haili Yoga menegaskan bahwa membangun keluarga yang kuat harus dimulai dengan kesiapan spiritual dan pemahaman yang baik tentang kesehatan keluarga. Menurutnya, calon pengantin laki-laki maupun perempuan harus mampu membaca Al-Qur’an sebagai bekal menjalani kehidupan rumah tangga yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya pemahaman mengenai gizi, terutama bagi calon ibu, sebagai langkah awal dalam melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas. Ia menyampaikan bahwa pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga pascakelahiran menjadi faktor penting dalam mencegah stunting.
“Tujuan kita adalah agar ketika anak lahir, kebutuhan gizinya tercukupi sehingga tumbuh sehat dan terhindar dari stunting. Berikan Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan, insyaallah anak akan tumbuh sehat dan berkembang dengan baik”, ujar Bupati.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan usulan agar calon pengantin memiliki hafalan Al-Qur’an sebagai bagian dari pembinaan sebelum menikah. Ia bahkan mengusulkan penyetoran hafalan sebanyak dua juz sebelum penerbitan sertifikat pernikahan, sebagai bentuk ikhtiar meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan memperkuat pondasi keagamaan dalam keluarga.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa kebahagiaan rumah tangga tidak diukur dari kemewahan, melainkan dari kemampuan suami dan istri untuk saling memahami, menerima kekurangan masing-masing, saling memberi teladan, serta menjaga keharmonisan keluarga dari berbagai fitnah dan persoalan.
“Bahagia itu sederhana, apabila kita mau memahami kelemahan suami maupun istri, saling memberikan suri teladan, serta menjaga rumah tangga dari berbagai fitnah”, ungkap Bupati.
“Kepada para suami, jangan ada kata malas. Jadilah pemimpin keluarga yang bertanggung jawab, biasakan shalat berjamaah, karena keluarga yang dibangun di atas nilai-nilai agama”, pesannya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP-PKK Kabupaten Aceh Tengah, Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Tengah, Kepala Dinas KBP3A, Kepala Dinas Syariat Islam, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas Bintang, serta para calon pengantin yang akan memasuki jenjang pernikahan. (RH/ProkopimAT)
