Asisten 2 Wakili Bupati Buka Bimtek Peningkatan Kapasitas Pelopor Peduli Lingkungan dan Mubes Ke-II FPDLT

65

Takengon – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Tengah, H. Harun Manzola, SE, MM wakili Bupati membuka secara resmi Bimtek (Bimbingan Teknis) Peningkatan Kapasitas Pelopor Peduli Lingkungan dan Musyawarah Besar (Mubes) Ke-II Forum Penyelamatan Danau Lut Tawar (FPDLT) Kabupaten Aceh Tengah Periode 2022-2025, bertempat di Aula Hotel Linge Land, Kamis (31/03/2022).

Menurut laporan ketua panitia, Iwan Bahagia, SP, S.Pd, kegiatan ini diselenggarakan dalam upaya memberikan bimbingan teknis kepada berbagai organisasi di Aceh Tengah, termasuk memperkenalkan kembali FPDLT sebagai salah satu organisasi yang fokus dengan upaya penyelamatan danau, DAS dan lingkungan pendukung Danau Lut Tawar, yang dalam nomenklatur nasional disebut Danau Laut Tawar.

Dilanjutkannya, Bimtek yang diikuti sekitar 150 orang peserta dari berbagai daerah di antaranya Banda Aceh, Bireuen, Lhokseumawe, Bener Meriah dan Aceh Tengah itu akan dirangkaikan dengan Mubes yang diikuti sekitar 40 – 50 orang untuk memilih ketua baru FPDLT periode selanjutnya.

Sementara itu, menurut pendiri FPDLT, Ir. Djumhur Abubakar, Danau Lut Tawar yang saat ini menjadi ikon kabupaten Aceh Tengah harus bisa diwariskan ke anak cucu kelak.

“Untuk itulah kita laksanakan kegiatan ini, kami berharap pada teman-teman, ada energi baru dan semangat baru untuk mensinergikan agar pengelolaan Danau ini harus melibatkan semua pihak”, kata Djumhur.

Pada kesempatan yang sama, Harun Manzola yang membacakan sambutan Bupati Aceh Tengah menyampaikan, Danau Lut Tawar disamping memiliki multi fungsi dan bersifat strategis juga dihadapkan dengan banyak masalah.

“Mulai dari masalah perubahan tutupan lahan daerah tangkapan air, penurunan luas perairan danau, pencemaran, pendangkalan, penurunan jumlah populasi ikan endemik, penanganan sampah, konflik lahan hingga masalah kelembagaan dan sosial ekonomi”, sebut Harun.

Menurutnya pengaturan pemanfaatan Danau Lut Tawar merupakan hal yang bersifat mendesak. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kesemrawutan dalam pemanfaatan setiap ruang perairan danau dan pemanfaatan yang dilakukan harus mempertimbangkan daya dukung dan daya tampungnya.

Danau dengan luas sekitar 5.742,10 ha yang memiliki berbagai fungsi ekologi, hidrologi, sosial, ekonomi dan budaya itu kata Harun, harus dapat dioptimalkan sehingga memberikan multi efek yang baik untuk menumbuhkan ekonomi dan peningkatan pendapatan masyarakat khususnya masyarakat di sekitar Danau Lut Tawar.

“Untuk itu, kami menekankan agar seluruh pihak dapat menjaga dan melestarikan keberadaan Danau Lut Tawar, Pemerintah merumuskan regulasi, namun kelestarian danau menjadi tanggung jawab kita semua”, tegas Harun.

Terkait pelaksanaan Mubes Ke-II FPDLT Kabupaten Aceh Tengah Periode 2022-2025, Harun berharap agar dapat berlangsung dengan sukses dan lancar serta para peserta musyawarah mendapatkan pencerahan dengan hasil sesuai harapan demi mewujudkan kelestarian Danau Lut Tawar sebagai danau kebanggan masyarakat Aceh Tengah. (KS/ProkopimAT)