Bupati Aceh Tengah Beri Arahan Pada Seleksi Mahasiswa Polbangtan Medan dan Bogor Program Sekolah Belangi
Takengon – Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si, membuka secara resmi rangkaian seleksi calon mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan dan Bogor dalam Program Sekolah Belangi, acara digelar di Aula Dinas Pertanian Aceh Tengah, Rabu (21/05/2025).
Dalam kegiatan tersebut dihadiri, Kepala Dinas Pertanian Aceh Tengah, Ir. Nasrun Liwanza, MP, MM, Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Tengah, Zulfikar Fikri, S.Pd, M.Si, Kepala Dinas Pangan, Busra Aradi, SP, MP, serta Panitia Seleksi Peogram Sekolah Belangi.
Dalam arahannya, Bupati Haili Yoga menyampaikan penghargaan atas antusiasme putra‑putri daerah yang mendaftar, sekaligus menegaskan pentingnya program ini sebagai wadah pengembangan sumber daya manusia pertanian lokal.
“Sekolah Belangi bertujuan mempersiapkan generasi muda Aceh Tengah untuk menjadi penyuluh dan ahli pertanian yang kompeten”, ujarnya.
Bupati menggarisbawahi bahwa sukses bukan sekadar menyelesaikan jenjang akademik, tetapi lebih luas unyuk memahami teknik pertanian modern, mengelola agro‑ekosistem, serta mampu mentransfer ilmu kepada masyarakat desa. Menurutnya, keberhasilan sesungguhnya terletak pada kemampuan mengaplikasikan ilmu di lapangan.
Total 51 calon pendaftar mengikuti seleksi kali ini. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat dan antusias peserta sejak program pertama diluncurkan tahun ini. Proses seleksi meliputi ujian tulis, wawancara, dan penilaian kompetensi dasar.
Untuk Polbangtan Medan, tersedia kuota 20 mahasiswa program kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah. Dari total pendaftar, 36 calon akan bersaing untuk memperoleh kesempatan menimba ilmu di kampus yang berfokus pada produksi pertanian berkelanjutan ini.
Sementara itu, Polbangtan Bogor membuka kuota 10 calon mahasiwa juga program kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, dan 15 calon telah mendaftar. Tingginya jumlah pendaftar di luar kuota menuntut seleksi ketat untuk menjaring calon terbaik.
Bupati menugaskan tim seleksi untuk menjaga transparansi dan objektivitas. “Setiap tahap penilaian harus adil dan akuntabel, agar yang terpilih benar‑benar mampu berkontribusi maksimal bagi pembangunan pertanian Aceh Tengah”, tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati mengingatkan tugas besar untuk para penyuluh kedepannya tidak hanya sebagai membina petani, tetapi juga pendamping dan motivator masyarakat. “Setelah Selesai nantinya kalian akan menjadi ujung tombak kemajuan pertanian di Aceh Tengah, jadi persiapkan diri dengan baik”, pesannya.
Lulusan Program Sekolah Belangi nantinya tidak hanya memperoleh gelar sarjana, tetapi juga akan berpeluang melanjutkan ke program S2 Magister pertanian maupun pascasarjana lainnya, kemudian memastikan regenerasi kepemimpinan sektor pertanian yang berkelanjutan di Aceh Tengah.
Acara seleksi ini diperkirakan selesai pada akhir Mei 2025, setelah terpenuhinya kouta calon mahasiswa Polbangtan akan dilakukan bimbingan belajar untuk universitas lainnya. Bupati dan seluruh jajaran berharap para terpilih dapat belajar giat, kembali ke daerah, dan mengabdi sebagai motor penggerak kemajuan pertanian Aceh Tengah. (RH/ProkopimAT)
