Bupati Aceh Tengah dan Ratusan Relawan Bersihkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan

38

Takengon – Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si bersama ratusan relawan dan masyarakat terlibat langsung dalam aksi bersih-bersih Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan yang digelar di wisata arung jeram di kawasan Arul Badak, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Jumat Pagi (13/06/2025).

Kegiatan ini bertajuk Gerakan Bersih dan Lestari di DAS Krueng Peusangan, sebagai upaya nyata menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan yang belangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu, 13-14 Juni 2025.

Aksi yang dilakukan meliputi gerakan pungut sampah, pemasangan spanduk, serta poster berisi ajakan “Ayo Peduli dan Sadar Sampah” di sepanjang wilayah sungai. Selain membersihkan sampah, kegiatan ini juga menekankan pentingnya edukasi bagi masyarakat untuk membudayakan hidup bersih dan menjaga lingkungan.

Bupati Haili Yoga menegaskan bahwa Kota Takengon sebagai kota pariwisata harus memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan. “Danau Laut Tawar dan aliran sungai Peusangan bukan hanya penopang kehidupan masyarakat, tetapi juga merupakan salah satu daya tarik utama sektor pariwisata, terutama wisata arung jeram yang satu-satunya ada di tengah kota”, ujar Bupati yang di dampingi Ketua TP – PKK Aceh Tengah Risnawati, S.SIT,

Ketua panitia pelaksana dari Direktur Eksekutif LSM LIPGA, Sunardi Gustiawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjadi pelopor kebersihan. “Kegiatan berlangsung dari Lukup Badak hingga Kampung Sanehen, Silih Nara. Kami juga memasang spanduk dan poster mulai dari Kampung Bale hingga Sanehen agar pesan ini terus terbaca oleh masyarakat,” jelas Gusti.

Gerakan ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, membudayakan gotong royong sebagai implementasi dari salah satu misi Bupati Aceh Tengah, yaitu Aceh Tengah Bersih 2025. Kedua, memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Ketiga, melestarikan sungai Peusangan sebagai aset ekologi dan ekonomi daerah.

Bupati Haili Yoga menambahkan bahwa masyarakat Aceh Tengah telah mulai membudayakan gotong royong, namun gerakan ini harus terus diperkuat dengan memanfaatkan media sosial. “Publikasikan kegiatan gotong royong dan aksi bersih-bersih melalui media sosial dengan tagar atau pesan ‘Sampahmu Tanggung Jawabmu’, agar menjadi contoh dan inspirasi bagi yang lain”, pesannya.

Menurut Bupati, publikasi di media sosial akan menumbuhkan kesadaran kolektif. “Mereka yang sebelumnya belum terlibat akan termotivasi melihat aksi nyata dari masyarakat lainnya. Dengan demikian, budaya bersih akan menyebar dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Aceh Tengah”, ucapnya.

Selain itu, Bupati menegaskan bahwa Kabupaten Aceh Tengah merupakan salah satu daerah yang masuk dalam program RPJMN Nasional terkait Revitalisasi Danau Laut Tawar. Ini merupakan bentuk komitmen Aceh Tengah untuk menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem danau sebagai sumber kehidupan.

“Saya mendukung penuh kegiatan seperti ini. Komitmen kami adalah mendorong setiap kampung membuat Qanun Desa tentang Pengelolaan Sampah. Tidak ada lagi alasan bagi masyarakat untuk membuang sampah sembarangan”, tegasnya.

Bupati Haili juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah rutin melakukan gotong royong setiap Jumat bersama masyarakat. Hal ini menjadi bagian dari kebiasaan baik yang harus dilestarikan, bukan hanya seremonial sesaat.

Di akhir kegiatan, Bupati berharap agar kebersihan sungai dan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. “Aliran sungai dan lingkungan kita adalah warisan untuk generasi mendatang, Mari kita jaga bersama-sama”, tutupnya.

Kegiatan puncak ini ditandai dengan aksi pungutan sampah oleh Bupati, unsur Forkopimda Aceh Tengah, Kepala SKPK Aceh Tengah, serta para relawan, yang menyasar sepanjang ruas jalan Simpang Lukup Badak dan dilanjutkan dengan pembersihan jalur sungai wisata menggunakan perahu arung jeram menelusuri DAS peusangan sampai Desa Sanehen Kecamatan Silih Nara. (RH/ProkopimAT)