Bupati Aceh Tengah Hadiri Peresmian Dayah Al Ikhlas, Dorong Santri Aktif Berkontribusi di Masyarakat
Takengon – Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, didampingi Ketua TP PKK, Ny. Risnawati Haili Yoga, menghadiri peresmian Dayah Al Ikhlas di Dusun Lukup Badak, Kampung Simpang Kelaping, Kecamatan Pegasing pada Senin (4/8/2025).
Kedatangan Bupati dan rombongan disambut langsung oleh Pimpinan Dayah, Tgk. Mustaruddin atau Tengku Lukup, bersama para santri yang mengiringi dengan gema lantunan shalawat.
Dalam sambutannya, Bupati Haili Yoga menegaskan bahwa berdirinya sebuah dayah adalah rahmat dan karunia besar. Ia mengapresiasi niat mulia lembaga tersebut sebagai tempat untuk mendidik anak-anak menjadi generasi yang religius dan berakhlak.
Bupati menilai bahwa dayah memiliki peran sentral dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai Islam di daerah ini. Menurutnya, kehadiran lembaga pendidikan ini diharapkan dapat menjadi benteng moral dan intelektual, membentuk santri-santri yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki kesadaran sosial yang tinggi terhadap lingkungannya.
Namun, Bupati menyoroti fenomena yang sering terjadi saat masa liburan santri. Ia mempertanyakan mengapa peran para santri tidak terlihat di masyarakat ketika mereka pulang ke kampung halaman.
“Hari ini, sudah banyak dayah tersebar di berbagai pelosok. Namun, saya melihat ada satu hal yang menjadi pertanyaan. Kenapa saat libur, kiprah santri kita tidak terlihat di masyarakat? Mengapa anak-anak kita ini tidak hadir menyemarakkan syiar Islam dan peribadatan di tempat tinggalnya masing-masing?” ungkap Bupati Haili Yoga.
Pernyataan ini menjadi sorotan penting bagi para santri, orang tua, dan pengelola dayah. Bupati berharap, para santri tidak hanya fokus menimba ilmu di lingkungan dayah, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmunya untuk aktif berkontribusi dan menjadi penggerak kegiatan keagamaan di kampung halaman mereka saat masa liburan.
“Saya ingin melihat santri-santri yang pulang ke kampung harus mengambil peran, menjadi imam, khatib, atau minimal muazin serta menjadi penggerak kegiatan keagamaan di kampung halaman,” sebutnya.
Bupati berharap, kedepannya harus ada sinergi yang lebih erat antara pihak dayah, orang tua, dan masyarakat. Dayah diharapkan dapat membekali santri dengan program-program yang tidak hanya fokus pada ilmu agama, tetapi juga keterampilan sosial dan kepemimpinan.
Disamping, peran orang tua dan masyarakat juga sangat penting untuk memberikan ruang dan dukungan bagi para santri agar bisa mengaplikasikan ilmu dan kepemimpinannya di tengah-tengah masyarakat, terutama saat liburan tiba.
“Hal ini sejalan dengan tujuan utama pendidikan Islam, yaitu membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas spiritual, tetapi juga bermanfaat bagi umat dan bangsa.” Pungkasnya. (IMH/ProkopimAT)
