Takengon – Usai menyerahkan secara simbolis Remisi Umum dan Pengurangan Masa Pidana Umum serta Pemberian Remisi Dasawarsa dan Pengurangan Masa Pidana Dasawarsa pada warga binaan permasyarakatan Rumah Tahanan Negara Kelas II B Takengon.
Sebelum meninggalkan tempat, Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si, juga berkesempatan meresmikan Kanata Green House dan Kolam Bioflog yang terletak dilingkungan Rutan Kelas II B Takengon, Minggu (17/08/2025).
diharapkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, dalam program ketahanan pangan sesuai implementasi 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan memberdayakan Warga Binaan, dapat berjalan baik, ungkap Kepala Rutan Takengon, Rusli saat mendampingi Bupati dan jajaran Forkopimda melihat langsung lokasi Kanata Green House dan Kolam Bioflog.
“Kami terus dilakukan berbagai upaya dalam membina Warga Binaan yang produktif dan berdaya guna dengan menghadirkan sejumlah terobosan dan inovasi, termasuk green house, dan kolam Bioflog ini, untuk mendukung program pembinaan kemandirian di bidang pertanian dan ketahanan pangan” terang Kepala Rutan Takengon.
Pihaknya berharap green house dan kolam Bioflog tersebut dapat mendorong jajaran dan warga binaan untuk terus berinovasi dan mengembangkan diri. “Semoga dengan adanya green house dan kolam Bioflog ini benar-benar menjadi solusi dan mendorong kita semua untuk terus berinovasi,” harapnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si, mengungkapkan pihaknya mendukung sepenuhnya kegiatan positif warga binaan Rutan Kelas II B Takengon, apalagi demi mewujudkan ketahanan pangan di dalam Rumah tahanan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan pembinaan yang dilaksanakan Rutan ini, apalagi setelah kami lihat langsung kondisi rutan, ini berarti rangkaian kegiatan pembinaan sudah berjalan baik”, Ungkap Bupati.
“Rutan bersih, rapi, dan banyak kegiatan yang sangat positif, Ke depannya, kami juga akan mendukung dan mendorong dalam melanjutkan program-program baru demi menciptakan Warga Binaan yang memiliki sumber daya manusia unggul,” Lanjutnya.
Untuk diketahui green house adalah sarana dan prasarana yang dibangun untuk menghindari dan merawat tanaman terhadap berbagai cuaca. Jenis tanaman yang tidak sesuai dengan perubahan iklim seperti tanaman hias, sayuran, dan buah yang bernilai ekonomi tinggi, namun sulit dibudidayakan di lahan luar, dapat dibudidayakan melalui pengendalian iklim di dalam green house.
Tak hanya tanaman dapat tumbuh dan produksi sepanjang tahun secara kesinambungan tanpa banyak dipengaruhi oleh musim, green house juga menjanjikan berbagai manfaat, seperti pengairan yang lebih efisien, risiko serangan hama, dan ancaman penyakit tanaman yang lebih rendah serta kualitas hasil tanam yang terjamin.
Sementara Kolam Bioflok adalah sistem budidaya ikan yang memanfaatkan mikroorganisme untuk mengolah limbah organik menjadi gumpalan (flok) yang kaya protein, yang kemudian dapat dimakan oleh ikan. Sistem ini membantu menjaga kualitas air, mengurangi penggunaan pakan, dan meningkatkan produktivitas budidaya. (HMA/ProkopimAT)
