Kemendikdasmen Targetkan Tahap Sekolah Darurat di Tenda Aceh Tengah Segera Tuntas

2

Jakarta – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terus memperjuangkan percepatan pemulihan sektor pendidikan pascabencana yang melanda sejumlah wilayah, khususnya di daerah yang langsung terdampak. Salah satu fokus utama adalah mengakhiri proses belajar mengajar di tenda yang hingga kini masih berlangsung di beberapa sekolah terdampak.

Hal tersebut disampaikan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, usai bertemu Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (08/06/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Gogot Suharwoto, didampingi Kepala Subdirektorat Sarana dan Prasarana Direktorat SMP, Cepi Lukman dan jajaran Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah. Kegiatan tersebut mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menyampaikan lima usulan prioritas terkait relokasi dan rehabilitasi sekolah terdampak bencana.

Data yang disampaikan menunjukkan terdapat 17 sekolah yang harus direlokasi karena berada di zona merah, terdiri dari lima taman kanak-kanak (TK), sepuluh sekolah dasar (SD), dan dua sekolah menengah pertama (SMP). Selain itu, sebanyak 238 sekolah membutuhkan rehabilitasi atau perbaikan, meliputi 27 TK, 174 SD, dan 37 SMP.

Menurut Haili Yoga, sejumlah sekolah di wilayah terdampak bencana, termasuk di beberapa kecamatan terutama Kecamatan Linge, seperti di Kampung Reje Payung yang sempat menjadi perhatian publik karena kegiatan belajar mengajar berlangsung di tenda, harus segera direlokasi demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

“Beberapa sekolah masih belajar di tenda. Tanah untuk relokasi sudah kami siapkan. Namun kondisi longsor yang terus terjadi di Aceh Tengah menyebabkan proses penanganan menjadi lebih lambat. Kami tidak ingin masyarakat berpikir bahwa pemerintah tidak hadir dalam menyelesaikan persoalan ini”, ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa salah satu tanggung jawab pemerintah daerah adalah menyiapkan lahan untuk pembangunan sekolah baru. Saat ini proses penyediaan lahan masih berlangsung dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat.

“Hari ini kami menyampaikan lima item proposal terkait relokasi sekolah TK, SD, dan SMP. Alhamdulillah sudah mendapat penjelasan dari Pak Dirjen dan langsung ditindaklanjuti. Tugas kami di daerah adalah menyiapkan lahan, dan saat ini sedang berproses. Insya Allah segera selesai. Tim dari kementerian juga terus hadir dan mendampingi Kabupaten Aceh Tengah”, kata Haili Yoga.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa pemerintah pusat berkomitmen mendukung percepatan pemulihan pendidikan di Aceh Tengah.

Menurutnya, tahap pembelajaran di tenda harus segera diakhiri melalui pembangunan Ruang Kelas Darurat (RKD) sebagai solusi sementara sebelum pembangunan sekolah permanen dilakukan.

“Apa yang bisa kita lakukan untuk pemulihan Aceh Tengah akan terus kita dorong. Tahapan sekolah di tenda harus selesai. Pemda sediqkan lahan baru relokasi, kemudian kita bangun Ruang Kelas Darurat. Kalau lahannya tersedia, kita pastikan dalam dua minggu RKD bisa selesai dibangun”, ujar Dirjen.

Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini pemerintah telah menyelesaikan pembangunan 33 Ruang Kelas Darurat di wilayah terdampak bencana.

“Intinya kami terus mengirimkan tim ke Aceh Tengah agar seluruh persoalan bisa ditangani dengan baik. Sekolah yang terdampak paling parah dan menjadi prioritas akan lebih dahulu dibangun”, imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berharap dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dapat mempercepat terwujudnya lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.

“Semoga sekolah yang aman dan nyaman segera terwujud di Aceh Tengah sehingga anak-anak dapat belajar dengan baik dan tenang”, tutup Haili Yoga.

Turut mendampingi Bupati, Plt. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah, Salimsyah, Tenaga Ahli Bupati, Alwin Al Lahat, Kabag Prokopim Setdakab Aceh Tengah, Rahmat Hidayat. (RH/ProkopimAT)