Solusi Nyata Pascabencana, Bupati Aceh Tengah Bayar Ganti Rugi Tanah untuk Relokasi Masyarakat Kutereje Kecamatan Linge
Takengon – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mengambil langkah konkret dalam penanganan pascabencana dengan membayar ganti rugi tanah untuk relokasi masyarakat Kampung Kutereje, yang rumah dan seluruh harta bendanya habis terbawa banjir bandang.
Relokasi ini menjadi solusi yang paling diharapkan masyarakat, mengingat Kampung Kutereje berada di kawasan rawan di bantaran aliran sungai.
Pemerintah daerah memastikan masyarakat akan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan layak untuk membangun kembali kehidupan mereka.
Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si menyampaikan bahwa lahan relokasi telah disiapkan dan merupakan tanah milik masyarakat seluas 35.500 meter persegi. Ganti rugi tanah tersebut akan dibayar langsung oleh Bupati sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian pemerintah.
“Tanah sudah kita siapkan, luasnya sekitar 35.500 meter persegi. Ganti ruginya akan kita bayarkan langsung. Ini agar masyarakat bisa segera memiliki kepastian tempat tinggal yang aman. Desa reje Payung dan Kamoung Delung akan kita musyawarahkan lokasi relokasinya”, ujar Bupati saat mengunjungi lokasi camp pengungsian jamat di Kecmatan Linge, Minggu (21/12/2025).
Pendanaan relokasi ini bersumber dari berbagai dukungan, baik bantuan kementerian, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, maupun donasi masyarakat yang peduli terhadap korban bencana Aceh Tengah.
Bupati menegaskan bahwa relokasi Kampung Kutereje menjadi prioritas utama, dan setelah itu pemerintah akan melanjutkan pencarian lokasi relokasi bagi Kampung Delung dan Kampung Reje Payung yang juga terdampak bencana.
Di hadapan masyarakat, Bupati memberikan semangat dan penguatan.
“Tetap semangat. Apa pun yang masih kurang sampaikan kepada kami. Kita harus lebih bersabar. Pemerintah akan terus hadir bersama masyarakat”, pesannya.
Langkah pembayaran ganti rugi tanah ini menjadi solusi ceoat utntuk membangun hunian sementara dan dalam upaya pemulihan pascabencana, sekaligus harapan baru bagi masyarakat Kampung Kutereje untuk membangun kembali permukiman yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. (RH/ProkopimAT)
