Takengon – Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, M.SP, langsung terjun ke RSUD Datu Beru dalam rangka inspeksi mendadak (Sidak) untuk memastikan kelancaran pelayanan kesehatan, Senin, 26/01/26.
Dalam kegiatan tersebut, Wabup Muchsin menyempatkan diri untuk memantau warung-warung di depan RSUD Datu Beru untuk menjaring oknum-oknum pegawai yang tidak menjalankan tugas pada waktunya.
Selanjutnya, Wabup Muchsin langsung melihat rutinitas kegiatan di RSUD Datu Beru di mulai dari ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang dipenuhi pasien baru untuk dirawat di RSUD Datu Beru.
Sidak ini juga bertujuan untuk memastikan kelancaran pelayanan ditengah isu mogok kerja calon P3K Paruh Waktu yang sempat menghangatkan dunia maya Aceh Tengah beberapa waktu yang lalu.
“Saat ini kita melihat IGD berjalan dengan lancar dan bisa kita pastikan melalui absen yang dilihat bahwa di IGD 100% petugas hadir baik itu PNS, P3K, maupun adik-adik calon P3K paruh waktu” ungkap Wabup Muchsin sembari melihat absensi petugas IGD.
Winarno sebagai Wakil Direktur Umum RSUD Datu Beru mengatakan bahwa rekan-rekan calon P3K Paruh Waktu sebagian besar tetap melaksanakan tugas ditengah isu mogok kerja.
“Dari 459 Tenaga Kontrak RSUD Datu Beru yang di dalamnya terdapat 299 tenaga kesehatan, sebagian besar tetap masuk bekerja ditengah isu mogok kerja calon P3K Paruh Waktu” ungkap Winarno ditengah-tengah sidak.
Winarno juga menjelaskan bahwa dalam minggu ini mereka tetap melaksanakan himbauan persuasif kepada rekan-rekan calon P3K Paruh Waktu yang belum hadir bekerja untuk melaksanakan tugas sebagaimana mestinya.
“Sebagian besar keluhan rekan-rekan yang melaksanakan mogok kerja berkaitan dengan keluhan pembayaran jasa medis, untuk itu kita sudah mendorong setiap komite untuk memaksimalkan pembayaran jasa medis sembari memproses sistem pembayaran jasa medis yang baru pada tahun 2026” tambah Winarno.
Menanggapi isu mogok kerja, Wabup Muchsin tetap terbuka terhadap masukan-masukan yang bersifat membangun. Akan tetapi, aspirasi tersebut harus disampaikan dengan baik tanpa menghambat pelayanan umum masyarakat.
“Kami Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah tetap terbuka terhadap masukan-masukan yang bersifat membangun dalam semua bidang. Akan tetapi, saya harap masukan tersebut dapat disampaikan tanpa menghambat jalannya pelayanan kepada masyarakat” tegas Wabup Muchsin.
Wabup Muchsin juga menyempatkan diri untuk melihat Ruang Rawat Anak yang sebelumnya diberitakan sempat merawat pasien anak-anak di selasar gedung akibat lantai 2 gedung tersebut tidak maksimal digunakan akibat kekurangan tenaga medis.
“Untuk saat ini di Ruang Rawat Anak sudah berjalan lancar, tidak ada lagi yang dirawat diselasar gedung karena lantai 2 gedung ini juga sudah bisa kita maksimalkan untuk merawat anak-anak yang dirawat” ungkap Wabup Muchsin dalam meninjau Gedung Rawat Anak.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekda Kabupaten Aceh Tengah, Drs. Mursyid, M.Si, Asisten Administrasi Umum Setdakab Aceh Tengah, Drs. Alam Syuhada, MM, serta Kepala Bappeda Kabupaten Aceh Tengah
Di akhir sidak Wabup Muchsin menegaskan bahwa Beliau akan mengadakan rapat dengan pihak RSUD Datu Beru dan beberapa pihak pengampu kebijakan untuk meluruskan beberapa isu dalam RSUD Datu Beru. (M/ProkopimAT)
