Serius Benahi Konflik Gajah dan Masyarakat, Bupati Haili Yoga Bertemu CEO PECI-WWF Bahas Wilayah Konservasi Gajah

1

Bireuen – Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, bertemu CEO Peusangan Elephant Conservation Initiative World Wide Fund for Nature (PECI-WWF), Aditya bayu nanda, membahas terkait wilayah konservasi gajah yang dimana beberapa wilayah di Kabupaten Aceh Tengah seperti Karang Ampar, Bintang Pepara, dan Kekuyang sering terjadi konflik antara gajah liar dan masyarakat, Kamis, 18/06/26.

Dalam sela-sela keberangkatan Bupati Haili Yoga untuk menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI, Beliau menyempatkan diri untuk membahas konservasi gajah karena hal tersebut menyangkut kenyamanan masyarakat di beberapa wilayah Kecamatan Ketol.

Dalam suasana diskusi hangat tersebut, Aditya menyebutkan bahwa direncanakan pada Bulan Juli Bapak Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, akan mengunjungi Aceh yang salah satu agendanya untuk meninjau argoforestri yang sudah dikerjakan tim WWF.

“Salah satu agenda kami mengunjungi Aceh Tengah saat ini adalah memastikan lokasi untuk perencanaan kunjungan Bapak Menteri Kehutanan yang salah satu agendanya untuk meninjau argoforestri yang sudah dikerjakan tim WWF pada Bulan Juli mendatang” ungkap Aditya.

Aditya juga mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya argoforestri dilakukan hanya fokus pada Kampung Karang Ampar, dan selanjutnya pada tahun 2026 ini ditambah dua kampung yaitu Kampung Bintang Pepara dan Kampung Kekuyang mengingat lokasi tersebut sering juga terjadi konflik antara gajah liar dan Masyarakat.

“Kami laporkan juga kepada Bapak Bupati bahwa tahun ini Kami menambah dua kampung untuk dilakukan argoforestri selain Kampung Karang Ampar. Adapaun dua kampung tersebut adalah Kampung Bintang Pepara dan Kampung Kekuyang” ungkap Aditya menambahkan laporannya.

Sebelumnya juga, pihak PECI-WWF juga sudah bertemu Kepala Bappeda Aceh Trngah membahas sinkronisasi konservasi dengan Tahura yang mungkin akan dapat dijalankan bersama. Rencana konservasi gajah sebanyak 80% direncanakan dilakukan di Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah dan sekitar 20% hingga 15% itu dilaksanakan di Kabupaten Bener Meriah.

Bupati Haili Yoga menyebutkan bahwa kegiatan konservasi menjadi program keberlangsungan hidup satwa gajah yang dilindungi. Program tersebut juga diharapkan dapat menunjang ekonomi masyarakat melalui agroforestri yang nantinya akan dikolaborasi dengan agrowisata sehingga masyarakat dan gajah dapat bersinergi.

“Program ini menjadi program keberlangsungan hidup satwa gajah yang dilindungi. Kita harapkan bahwa gajah dapat terlindungi melalui konservasi dan masyarakat dapat terbantu melalui agroforestri. Selanjutnya, Kita berharap juga agroforestri dan agrowisata dapat disinergikan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya di wilayah Karang Ampar, Bintang Pepara, dan Kekuyang” ungkap Bupati Haili Yoga.

Menutup audiensi singkat tersebut, Bupati Haili Yoga berharap masyarakat Kecamatan Ketol dapat mendukung program konservasi yang diadakan PECI-WWF untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat serta juga meningkatkan ekonomi melalui kolaborasi-kolaborasi yang memungkinkan. (M/ProkopimAT)