Letakkan Batu Pertama Mushala Al-Fikri, Bupati Haili Yoga Dorong Kampus IAIN Takengon Perkuat Gerakan Penghijauan

4

Takengon – Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si., menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Mushala Al-Fikri IAIN Takengon di kawasan Ujung Gergung, Kecamatan Bebesen, Jumat (2/10/2026), usai salat Subuh berjamaah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor IAIN Takengon, para Asisten, Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Tengah, para kepala SKPK, Ketua BKM Masjid Agung Ruhama, Camat Bebesen serta jajaran IAIN Takengon.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Haili Yoga menyampaikan dukungan terhadap pembangunan Mushala Al-Fikri. Sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, Bupati meminta Kepala Bappeda menyalurkan bantuan sebesar Rp. 50 juta untuk mendukung pembangunan mushala.

Selain pembangunan mushala, Bupati mengapresiasi program penghijauan yang dilakukan IAIN Takengon dengan menanam berbagai jenis pohon produktif di lingkungan kampus.

“Program penghijauan yang dilakukan IAIN Takengon ini sangat bagus. Pohon yang ditanam bukan hanya menjaga lingkungan dan mencegah erosi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat”, tutur Haili Yoga.

Ia menyebut alpukat sebagai salah satu tanaman produktif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus dapat mendukung penghijauan kawasan. Menurutnya, gerakan menanam pohon harus menjadi gerakan bersama, tidak hanya di lingkungan kampus tetapi juga sekolah, kantor pemerintahan dan masyarakat.

Bupati mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah mendorong setiap sekolah dan instansi pemerintah untuk melakukan penanaman pohon. Setiap sekolah diharapkan minimal menanam tiga pohon yang melibatkan kepala sekolah, guru dan komite.

“Selain alpukat, durian dan berbagai pohon produktif lainnya juga bisa kita tanam. Mari kita gemar menanam pohon yang bermanfaat, sehingga Aceh Tengah kembali hijau”, ajaknya.

Bupati juga mengaitkan pentingnya penghijauan dengan kondisi lingkungan Aceh Tengah yang memiliki kawasan perbukitan dan aliran Sungai Peusangan. Menurutnya, penanaman kembali pohon diperlukan untuk mengurangi risiko erosi dan longsor sekaligus menjaga sumber air serta lingkungan.

Sementara itu, Rektor IAIN Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, M.C.L, menyampaikan bahwa penanaman pohon produktif merupakan bagian dari program pengembangan lingkungan kampus. Saat ini, di kawasan kampus telah ditanam sekitar 20 batang pohon alpukat serta sejumlah tanaman lainnya.

“Ini bagian dari program kampus sesuai arahan Menteri Agama untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan produktif”, ujar Ridwan.

Pembangunan sarana Mushala Al-Fikri dilingkungan IAIN Takengon tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan civitas akademika dan masyarakat sekitar untuk kegiatan ibadah serta kegiatan keagamaan. (RH/ProkopimAT)