Takengon – Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si., mendorong empat kampung di Kemukiman Jamat atau Wih Dusun Jamat, Kecamatan Linge, untuk merencanakan pembangunan satu masjid bersama sebagai pusat ibadah sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.
Harapan tersebut disampaikan Bupati saat bertemu masyarakat di Meunasah Kampung Kute Reje, Minggu (25/10/2026) seusai jamuan makan siang. Pertemuan itu dihadiri mukim Kemukiman Jamat, empat reje kampung, Camat Linge, unsur Forkopimcam, serta masyarakat setempat.
Empat kampung yang diusulkan memiliki masjid bersama tersebut adalah Kampung Kute Reje, Reje Payung, Jamat, dan Delung Sekinel. Bupati berharap lokasi pembangunan dapat dimusyawarahkan bersama agar berada di tempat yang strategis dan dapat dijangkau oleh masyarakat dari keempat kampung.
“Dulunya kita bersatu, jangan karena berbeda kampung kemudian kita berpisah. Saya ingin empat kampung ini memiliki satu masjid bersama. Yang terpenting adalah menjaga persatuan, kebersamaan, dan silaturahmi”, ucap Haili Yoga.
“Dulunya empat desa ini hanya satu wilayah dan sekarang mekar menjadi empat desa saya ingin semua kampung ini memiliki satu masjid, tempatnya di musyawarahkan bersama atau di tengah-tengah keempat desa ini dan ada yang akan membangunnya”, lanjutnya.
Bupati Haili menjelaskan, setiap kampung tetap dapat memiliki meunasah untuk kegiatan ibadah dan kemasyarakatan. Sementara itu, masjid bersama diharapkan menjadi pusat ibadah yang mempererat hubungan masyarakat, sebagaimana ketika wilayah tersebut dahulu masih menjadi satu kesatuan sebelum berkembang menjadi empat kampung.
“Jangan setiap kampung buat masjid kalau meunasah bisa, sama seperti Di Kecamatan Bintang sekarang bersatu dan juga empat Kampung Alur Kumer bersatu untuk kegiatan beribadahnya”, terangnya.
Rencana pembangunan masjid bersama ini selanjutnya akan dikoordinasikan dan dimusyawarahkan oleh mukim, para reje, serta masyarakat. Bupati berharap gagasan tersebut dapat diwujudkan melalui kesepakatan bersama, sehingga masjid tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga simbol persatuan dan persaudaraan masyarakat di Kemukiman Jamat. (RH/ProkopimAT)
