Aceh Tengah Menuju Transformasi Digital, Bupati Tegaskan Komitmen Terapkan Satu Data dan SPBE

53

Takengon – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terus memantapkan langkah menuju transformasi digital. Bupati Aceh Tengah mengingatkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk serius menerapkan misi Aceh Tengah Satu Data melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Sharing Knowledge bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang yang digelar di Gedung Oproom Takengon, rabu (10/09/2025).

Acara menghadirkan narasumber Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Sumedang, Dra. Marlina, M.Si. Dari Aceh Tengah, dan tim tekni dari Dinas Kominfo Sumedang.

Kepala Dinas Kominfo Mustafa Kamal, S.STP, M.Si melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut kunjungan Bupati Aceh Tengah pada Mei lalu. “Sejak dilantik, kami ditugaskan langsung tancap gas untuk mempercepat penerapan transformasi digital di daerah ini, Kabupaten Sumedang dipilih sebagai mitra karena telah meraih predikat terbaik nasional dalam penerapan SPBE”, ungkapnya.

“Ini semangat yang luarbiasa Pak Bupati, seharusnya Kerja sama Aceh Tengah dan Sumedang diawali dengan penandatanganan MoU dan akan tetapi melihat persaudaran Aceh dan Sumedang segera ditindaklanjuti dengan implementasi teknis”, sambungnya.

Menurut Mustafa Kamal, semangat kebersamaan dari Kabupaten Sumedang yang siap berbagi pengalaman menjadi modal penting bagi Aceh Tengah untuk bergerak lebih cepat.

Dalam arahannya, Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si menegaskan pentingnya komitmen pimpinan OPD dalam mendukung transformasi digital. “Kalau bupatinya komitmen, tetapi kepala OPD tidak komitmen, itu artinya kinerja belum terukur. Kolaborasi harus muncul, jangan bekerja sendiri tanpa memahami tupoksi yang ada”, tegasnya.

Ia menjelaskan, SPBE akan menjadi instrumen untuk memastikan semua program pemerintah berjalan terukur dan transparan. “Dengan aplikasi, saya bisa mengetahui data kemiskinan, stunting, PAD, hingga siapa yang melaksanakan gotong royong. Semua harus terbuka dan bisa dipantau”, tambah Bupati.

Bupati juga meminta tim Pemkab Sumedang untuk membagikan seluruh ilmu, pengalaman dan inovasi mereka. “Kehadiran Pemda Sumedang adalah bentuk kebersamaan untuk saling melayani. Jangan disia-siakan kesempatan ini, semua ilmu harus keluar agar Aceh Tengah bisa berinovasi”, ujarnya.

Sementara itu, Kadis Perkim dan Pertanahan Sumedang, Dra. Marlina, M.Si, memaparkan perjalanan transformasi digital di daerahnya. Menurutnya, kunci keberhasilan ada pada komitmen pimpinan daerah serta kolaborasi lintas perangkat daerah.

“Semangat Bupati Aceh Tengah sama dengan Bupati Sumedang. Kalau komitmen pimpinan kuat, SPBE bisa berjalan sukses semoga di bulan desember sudah ada progres kemajuan”, jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa SPBE bukan hanya soal aplikasi, tetapi juga tentang transparansi. “Semua data harus terbuka dan bisa diakses masyarakat. Transparansi inilah yang akan menumbuhkan kepercayaan publik”, tambahnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Sekda Aceh Tengah, Drs. Mursyid, M.Si, Wakil Ketua DPRK Hamdan, para staf ahli, asisten, kepala SKPK, camat, reje, hingga kepala puskesmas. Kehadiran lintas unsur ini menunjukkan keseriusan dan komitmen Aceh Tengah dalam mewujudkan transformasi digital yang terintegrasi dan berdampak langsung bagi pelayanan masyarakat. (RH/ProkopimAT)