Bimtek Literasi Informasi Resmi Dibuka, Pemkab Aceh Tengah Dorong Kompetensi Guru dan Pegiat Literasi Menuju Daerah Maju dan Sejahtera
Takengon – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan dan literasi. Hal ini diwujudkan dengan pelaksanaan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Literasi Informasi bagi para Guru, Pustakawan, dan Pegiat Literasi dalam Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2025, yang resmi dibuka pada Selasa, (20/05/2025) di Gedung Perpustakaan Umum Kab. Aceh Tengah.
Acara pembukaan BIMTEK tersebut diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Setdakab Aceh Tengah, Sukirman, S.STP, M.Ec.Dev, yang hadir mewakili Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si. Dalam sambutannya, Sukirman menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini yang dinilai sangat penting dalam memperkuat kompetensi para insan literasi di Aceh Tengah.
“Kami mengapresiasi adanya kegiatan Bimbingan Teknis Literasi Informasi yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini penting untuk menambah wawasan serta pola pikir bagi para penyelenggara pendidikan dan penyelenggara perpustakaan, serta para pegiat literasi yang telah ikut mewarnai perkembangan budaya dan minat baca masyarakat di daerah yang kita cintai ini,” ujarnya.
Pembukaan ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, para kepala perangkat daerah, camat Kebayakan, Reje Kampung Pinangan, serta para narasumber dan peserta BIMTEK dari berbagai kalangan, seperti guru, pustakawan, pengelola perpustakaan, hingga komunitas pegiat literasi.
Sukirman menekankan pentingnya kemampuan dalam mengakses dan menyaring informasi yang benar di era digital saat ini. Ia mengingatkan para peserta agar berhati-hati dalam menggunakan data atau informasi, terutama dalam dunia pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Para guru dan pustakawan harus mampu menggunakan informasi secara efektif. Jangan sampai memanfaatkan data atau informasi yang ternyata hoaks atau keliru, karena akan berdampak langsung pada kualitas layanan yang diberikan,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa kebutuhan informasi yang digunakan harus benar-benar berasal dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Apalagi jika informasi itu digunakan untuk melaksanakan tugas pelayanan bagi para anak didik dan masyarakat umum, maka keakuratannya harus menjadi prioritas,” tambahnya.
Melalui kegiatan BIMTEK ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berharap para peserta tidak hanya mampu memilih informasi yang terpercaya, tetapi juga mampu mengelola dan bahkan memproduksi informasi yang berkualitas sesuai kebutuhan.
“Semoga semua peserta mendapatkan tambahan pengetahuan tentang bagaimana sesungguhnya informasi yang diperlukan, dan dapat mengukur apakah kita sudah sampai pada tataran membuat dan mengelola informasi dengan baik, atau masih sebatas mencari dan memilih informasi yang dapat dipercaya,” katanya.
Tak lupa, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para narasumber yang telah bersedia membagikan ilmunya, serta kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang telah menyelenggarakan kegiatan ini.
“Semoga materi yang disampaikan dapat dicerna dengan baik dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh peserta BIMTEK,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Sukirman menyampaikan harapan agar kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan di masa mendatang, dengan jumlah peserta yang lebih luas dan cakupan materi yang semakin komprehensif.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya literasi informasi di kalangan pendidik dan masyarakat luas, sejalan dengan visi Kabupaten Aceh Tengah untuk menjadi daerah yang maju, cerdas, dan berdaya saing di era digital. (AS/ProkopimAT)
