Bupati Aceh Tengah Hadiri Sosialisasi KUR Untuk Masyarakat Aceh Wilayah Tengah

55

Takengon – Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, hari ini Rabu (21/05/2025) menghadiri kegiatan Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat untuk Masyarakat (KURMA) di Oproom Setdakab Aceh Tengah.

Acara yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan PT. Jamkrindo ini, bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Aceh Tengah.

Dalam sambutannya, Bupati Haili Yoga menyampaikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan kegiatan ini, yang dianggapnya sebagai wujud nyata komitmen bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor UMKM.

“UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional, dan di Aceh Tengah, peran UMKM sangat vital dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat,” ujar  Haili Yoga.

Beliau menekankan bahwa salah satu tantangan terbesar UMKM adalah akses permodalan, dan di sinilah KUR hadir sebagai solusi nyata dengan bunga yang ringan, prosedur yang disederhanakan, serta jaminan pemerintah. “Ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh kita sia-siakan,” tegasnya.

Bupati Haili Yoga berharap sosialisasi ini dapat menyebarluaskan informasi mengenai KUR agar dipahami dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pelaku UMKM. Ia juga mengajak para peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan bertanya langsung kepada para ahli dan berdiskusi secara detail mengenai persyaratan dan prosedur pengajuan KUR.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kabupaten Aceh Tengah itu juga memperkenalkan visi yang lebih besar, yaitu mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih. Program ini merupakan inisiatif strategis untuk menggerakkan roda perekonomian desa secara kolektif dan terintegrasi.

“Bayangkan sebuah desa yang memiliki koperasi kuat, di mana seluruh potensi ekonomi lokal—mulai dari pertanian, perkebunan kopi, kerajinan tangan, hingga pariwisata—dikelola secara profesional oleh masyarakat desa itu sendiri,” jelasnya.

Koperasi Desa Merah Putih diharapkan akan menjadi wadah bagi masyarakat desa untuk berkolaborasi, meningkatkan nilai tambah produk, mengakses pasar yang lebih luas, dan tentunya mempermudah akses terhadap pembiayaan seperti KUR.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berkomitmen penuh untuk memfasilitasi pembentukan dan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih ini. Kita akan berikan pendampingan, pelatihan manajemen, hingga fasilitasi akses permodalan dan pemasaran,” tambah  Bupati.

Di akhir sambutannya, Haili Yoga berharap semakin banyak pelaku UMKM di Aceh Tengah yang dapat memanfaatkan program KUR. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya tokoh desa, pemuda, dan kelompok perempuan, untuk menjadi pelopor dalam pembentukan dan penguatan Koperasi Desa Merah Putih di setiap kampung.

“Mari kita dorong bersama-sama pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan usaha-usaha kreatif dan inovatif, yang berlandaskan semangat gotong royong dan kemandirian,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah akan terus berupaya memberikan dukungan dan fasilitas terbaik agar UMKM di wilayah tersebut dapat berkembang dan berdaya saing, dengan kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan masyarakat untuk kesejahteraan yang lebih baik.

Sebelumnya dalam opening speech yang disampaikan oleh Manager Area Bank BSI Lhokseumawe, Totok Sudiarto menyebutkan bahwa penyaluran pembiayaan Kredit Usaha Rakyat di Provinsi Aceh untuk Tahun 2024 telah tersalurkan sekitar 6 Triliun.  Untuk area lhokseumawe telah tersalurkan 2,6 T. Sementara itu untuk Kabupaten Aceh Tengah posisi sampai dengan Mei 2025 telah mencapai 46 Miliar Rupiah. (IMH/ProkopimAT)