Takengon – Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga menyerukan kepada seluruh masyarakat pemilik kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat di wilayah Aceh Tengah, untuk segera mengganti nomor polisi (plat) kendaraan mereka dengan kode daerah Aceh Tengah, yaitu BL-G.
Ajakan ini bukan tanpa alasan, melainkan karena masih banyaknya kendaraan bermotor yang menggunakan kode plat daerah lain di luar Aceh Tengah, padahal pemiliknya adalah warga setempat.
Bupati Haili Yoga menjelaskan bahwa penggunaan nomor polisi dengan kode BL-G memiliki dampak positif yang signifikan. Dikatakannya, dengan penggunaan nomor polisi domisili lokal ini secara tidak langsung telah mengajak pengguna kendaraan tersebut untuk berkontribusi terhadap daerah dimana dia tinggal.
Haili menuturkan, data kendaraan dengan nomor polisi BL-G akan lebih mudah terekam di tingkat provinsi, yang pada akhirnya akan berpengaruh pada perhitungan dana bagi hasil pajak kendaraan bermotor.
Dana tersebut, lanjutnya, akan sangat membantu dalam membiayai berbagai program pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sektor-sektor penting lainnya di Aceh Tengah.
“Semakin banyak kendaraan yang terdaftar dengan plat BL-G, semakin besar pula potensi dana bagi hasil pajak kendaraan bermotor yang akan diterima Aceh Tengah dari Provinsi Aceh,” jelas Bupati didampingi Kasat Lantas Polres Aceh Tengah dan Kepala UPTD Samsat setempat, Kamis (05/06/2025).
“Tapi kalau platnya nomor polisinya selain BL-G atau BL, maka pajaknya akan masuk ke daerah asal kendaraan tersebut,” tambahnya.
Selain itu, menurutnya penggunaan nomor polisi daerah juga mempermudah pendataan dan pengawasan kendaraan di wilayah Aceh Tengah, sehingga dapat menunjang upaya peningkatan keamanan dan ketertiban lalu lintas.
Bupati Haili Yoga berharap seluruh elemen masyarakat Aceh Tengah dapat mendukung dan mewujudkan ajakan ini demi kemajuan bersama.
“Mari kita tunjukkan rasa cinta kita kepada daerah dengan menggunakan plat BL-G. Ini adalah langkah kecil dengan dampak besar bagi Aceh Tengah. Karena pajak kita, untuk daerah kita”. Pungkas orang nomor satu di Aceh Tengah ini. (IMH/ProkopimAT)
