Bupati Haili Yoga Jadi Satu-Satunya Kepala Daerah yang Menjadi Narasumber Nasional pada Forum Optimalisasi Peran BUMN dalam Mendukung KAD
Bandung – Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si menjadi satu-satunya kepala daerah di Indonesia yang diundang sebagai narasumber pada forum nasional bertajuk “Optimalisasi Peran BUMN dalam Mendukung Kerja Sama Antar Daerah (KAD)” yang dinisiasi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia digelar di Graha PT. Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Selasa (30/06/2026).
Forum ini menghadirkan para pemangku kepentingan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dunia usaha, serta akademisi untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pengendalian inflasi melalui optimalisasi kerja sama antardaerah dan penguatan sistem logistik nasional.
Kegiatan menghadirkan narasumber Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muslimin Anwar, Direktur Komersial PT Pos Indonesia, Fahdel Akbar, Direktur Utama Rumah Tani, Bahtiar, Akademisi ITB, Dr. Rully Tri Cahyono, ST., MT.
Forum dipandu oleh Prof. Willy Abdillah, SE., M.Sc. dari Universitas Bengkulu serta diikuti perwakilan pemerintah daerah, BUMN, PT. PELNI, PT. KAI, PT. Pelindo, PT. ASDP, Perum DAMRI, para direktur BUMD/Perumda, pelaku usaha, dan akademisi dari berbagai daerah.
Dalam paparannya, Bupati Haili Yoga menekankan bahwa keberhasilan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) tidak cukup hanya diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman, tetapi harus menghasilkan implementasi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya petani.
Bupati menjelaskan pengalaman Aceh Tengah saat menghadapi bencana yang mengakibatkan terganggunya distribusi pangan. Ketika panen raya cabai mencapai sekitar 120 ribu ton, distribusi ke berbagai daerah terhambat akibat putusnya akses transportasi darat. Di sisi lain, harga cabai di sejumlah wilayah melonjak hingga mencapai sekitar Rp. 300 ribu per kilogram, sementara harga di tingkat petani justru anjlok karena keterbatasan akses pasar.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan utama bukan pada ketersediaan komoditas, melainkan lemahnya koordinasi antardaerah dan tingginya biaya distribusi akibat keterbatasan infrastruktur.
“Kerja sama antardaerah harus menghasilkan aksi nyata. Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten harus hadir bersama memberikan solusi, termasuk dukungan infrastruktur dan subsidi distribusi agar harga pangan tetap stabil dan petani memperoleh kepastian pasar”, tegas Haili Yoga.
Bupati juga menyampaikan bahwa Aceh Tengah telah membangun kolaborasi dengan Rumah Tani Nusantara, PT. Pos Indonesia, Bank Indonesia, dan berbagai pihak dalam memperkuat sistem distribusi hasil pertanian. Namun demikian, sinergi tersebut masih perlu diperkuat agar mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi pengendalian inflasi dan peningkatan kesejahteraan petani.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Haili Yoga juga menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur logistik sebagai kunci menekan biaya distribusi dan menjaga stabilitas harga pangan.
Menurutnya, investasi pada gudang penyimpanan, cold storage untuk komoditas hortikultura, sentra distribusi pangan, peningkatan konektivitas transportasi, pembangunan jalan produksi, revitalisasi pasar rakyat, subsidi distribusi pangan, subsidi pupuk, serta berbagai bentuk stimulus pemerintah merupakan faktor penting dalam memperkuat rantai pasok nasional.
Ia menilai kehadiran Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Aceh sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur tersebut sehingga biaya logistik dapat ditekan dan disparitas harga antarwilayah semakin berkurang.
Di akhir pemaparannya, Bupati Haili Yoga menegaskan bahwa petani harus menjadi aktor utama dalam implementasi Kerja Sama Antar Daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penguatan kelembagaan petani melalui koperasi modern, peningkatan akses pembiayaan, pendampingan teknologi budidaya, serta kemitraan pemasaran agar petani memperoleh kepastian pasar sekaligus peningkatan pendapatan. (RH/ProkopimAT)
