Bupati Memberikan Santunan dan Bantuan Masa Panik Bagi Warga Korban Kebakaran Merah Muyang

46

Takengon – Bupati Aceh Tengah, Drs. Shabela Abubakar, hari ini Jum’at (05/06) mengunjungi dan memberikan santunan kepada keluarga Abdul Wahab (50 th), warga Kampung Merah Muyang Kecamatan Atu Lintang yang rumahnya terbakar pada Kamis siang kemarin.

Orang nomor satu di kabupaten penghasil kopi arabika terbaik itu, menyerahkan bantuan masa panik berupa bahan pangan, sandang, peralatan dapur, dan bahan bangunan dari Dinas Sosial, serta santunan berupa uang duka sebesar 2 juta rupiah dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tengah.

Menurut kesaksian warga, musibah kebakaran yang terjadi pada Kamis (04/06) pukul 13.00 WIB siang, disebabkan oleh arus listrik (korsleting) yang tiba-tiba memercikan api dan menyambar dinding kamar rumah berkonstruksi kayu itu.

Tetangga yang melihat kobaran api, langsung melakukan penyiraman api seadanya, serta melalukan pertolongan dengan mengevakuasi istri pemilik rumah yang sedang sakit stroke beserta anak gadisnya yang juga dalam kondisi lemah mental (down syndrome).

Beruntung, informasi dari warga dan langkah cepat yang dilakukan oleh personil pos pemadam kebakaran Jagong Jeget dapat datang tepat waktu ke lokasi kejadian, sehingga tidak menghanguskan seluruh bangunan rumah dan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian itu.

Bupati Shabela disela-sela penyerahan bantuan kepada keluarga korban, mengatakan bahwa segala langkah, rezeki, anugerah maupun musibah sudah diatur Allah SWT.

“Jadi kita harus ikhlas menerima cobaan, mudah-mudahan dibalik peristiwa ini terselip hikmah yang indah dan sudah diatur oleh Sang Pencipta”, hibur Shabela.

Pada kesempatan itu pula, Bupati Shabela mengajak aparatur kampung setempat agar menggerakkan warganya untuk membudayakan semangat saling tolong menolong dan bergotong royong dalam membantu setiap warga yang mengalami musibah.

“Bencana dan musibah dapat terjadi kepada siapa saja. Untuk itu, mari tanamkan sikap dan semangat tolong menolong dan saling membantu. Ini akan berarti sekali dalam meringankan derita yang dialami saudara kita yang tertimpa musibah”, ajak Shabela.

Disamping itu, Dia juga mengimbau kepada masyarakat yang hadir untuk tetap waspada terhadap api, khususnya yang bersumber dari kompor gas maupun arus listrik, “karena kebanyakan musibah kebakaran terjadi disebabkan oleh hal ini”, pungkasnya. (IMH/ Humas)