Bupati Serah Terima Bantuan Kuda Pejantan Selandia Baru Dari Eclipse Stable Solo

128

Takengon – Seekor Kuda pejantan bantuan atau hibah dari salah satu peternakan bergengsi di Nusantara untuk masyarakat Aceh Tengah, diserah terimakan dalam acara sederhana di Lapangan Pacuan Kuda H. M. Hasan Gayo, Belang Bebangka Pegasing, Minggu (31/01).

Bantuan tersebut diserahkan oleh Kol. Inf. Sumirating Baskoro, Komandan Korem 011 Lilawangsa yang bertindak untuk dan atas nama Ir. Iman Hartono (Owner Eclipse Stud & Stable Solo Jawa Tengah) dan diterima langsung oleh Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar.

Kuda pejantan jenis Thoroughbred (THB) New Zealand akan diserahkan kepada Ketua Pordasi Aceh Tengah yang juga pemilik peternakan kuda Bukit Stable, Irmi Bukit, untuk dikelola dan dikembang-biakan, guna memenuhi pengadaan kuda jenis unggul bagi keperluan olah raga berkuda di kabupaten ini, agar dapat bersaing di kancah nasional.

Baskoro, saat penyerahan kuda pejantan tersebut, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud perhatian Iman Hartono terhadap pengembangan kuda pacu di tanah air terutama di Kabupaten Aceh Tengah yang diketahui telah menjadi even hiburan rakyat sejak zaman Belanda.

Hartono melalui Baskoro, mengemukakan dengan adanya kuda pejantan ini akan mampu menghasilkan bibit baru untuk memperbaiki kualitas kuda pacu di kabupaten ini melalui proses persilangan dengan kuda-kuda yang ada.

“Jadi ini pemilik aslinya pak Hartono, penggemar kuda di Solo, Jawa Tengah. Memang dia sangat memperhatikan olah raga berkuda, makanya beliau ingin membantu para peternak kuda yang ada di Aceh Tengah dengan memberikan bibit Throughtbred dari Selandia Baru,” ujar Baskoro.

“Bantuan ini diserahkan kepada Pemkab, tapi nanti dirawat oleh Pak Irmi dari Pordasi. Diharapkan ini nanti akan menghasilkan bibit unggul setelah dipersilangkan dengan kuda lokal. Mudah-mudahan prestasinya meningkat,” lugas Kolonel Angkatan Darat ini.

Sementara itu, Bupati Shabela Abubakar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengusaha asal Solo yang juga merupakan Bendahara Pengurus Pusat Pordasi itu, yang dengan adanya pejantan ini akan merubah postur dan kualitas kuda-kuda pacu di daerah ini.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Hartono melalui Bapak Danrem kepada kami. Atas nama masyarakat Kabupaten Aceh Tengah, sekali lagi ucapan terima kasih setinggi-tingginya,” ucap Shabela.

Dilanjukan Shabela, kuda pejantan ini melalui pengelolanya nantinya akan dipelihara dan dikembangbiakkan dengan coba disilangkan dengan keturunan kuda Australia yang pernah dikembangkan dikabupaten ini pada tahun 1998 lalu dan juga dengan kuda-kuda hasil persilangan dari kuda pacu G1 atau G2.

Kendati demikian, Shabela memastikan kuda pejantan ini tidak akan disilangkan dengan kuda gayo, untuk menjaga kemurnian kuda lokal (sadel) sebagai salah satu plasma nutfah kuda asli Indonesia.

“Nanti kami melalui pengelolanya akan mengembangkan kuda yang akan merubah postur kuda apakah melalui penyilangan diantara beberapa hasil kuda, atau dengan keturunan kuda Australia (kuda Astaga, red) yang kita miliki,” ungkap Shabela.

“Namun pak Danrem yang kami hormati, kami juga tidak melupakan kuda gayo. Kuda gayo tetap harus ada. Artinya kuda lokal itu akan tetap kami jaga kemurniannya,” tambahnya.

Sebelum menutup sambutannya, orang nomor satu di kabupaten penghasil kopi tersebut mengharapkan kepada pengelola untuk dapat memelihara dan menjaga pejantan dimaksud, serta tidak mengambil tarif biaya kawin silang dengan harga yang terlalu tinggi.

“Artinya sudah cukup untuk kebutuhan makan kuda, pudingnya dan ongkos penjaga, itu saja dulu biayanya” demikian harap Shabela. (IMH/Humas)