Takengon – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Tengah, hari ini Rabu (28/05/2025) menyatakan komitmen bulat dan satu suara dalam upaya pelestarian Danau Lut Tawar selaku salah satu ikon alam kebanggaan Aceh.
Pernyataan ini muncul setelah serangkaian pertemuan dan diskusi intensif yang melibatkan seluruh unsur Forkopimda, dalam upaya pelestarian dan penyelamatan Danau Lut Tawar dari praktik penangkapan ikan secara ilegal maupuun tindakan reklamasi atau penimbunan tepi dan garis sempadan danau.
Ancaman terhadap keseimbangan ekosistem danau, seperti pencemaran, sedimentasi/ pendangkalan dan praktik penangkapan ikan yang tidak bertanggung jawab, menjadi perhatian utama dalam mendorong lahirnya kesepahaman dalam bentuk pernyataan sikap dan himbauan bersama ini.
“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat yang telah melakukan pembongkaran secara mandiri. Kepada pemilik cangkul padang dan cangkul dedem yang belum melakukan pembongkaran, untuk dapat melakukan pembongkaran secara mandiri sampai dengan tanggal 05 Juli 2025” bunyi himbauan bersama yang ditandatangani unsur Forkopimda di kawasan Kantor Basarnas Aceh Tengah di Kampung Toweren Kecamatan Lut Tawar.
Menyikapi hal itu, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga sangat menyambut baik partisipasi dan kepedulian yang ditunjukan unsur Forkopimda serta berbagai elemen masyarakat dalam upaya pelestarian Danau Lut Tawar.
Haili Yoga menilai soliditas dan kebersamaan unsur pimpinan daerah, merupakan pilar kunci pembangunan daerah agar berjalan dengan baik.
“Saya Drs. Haili Yoga, M.Si Bupati Aceh Tengah. Hadir juga Bapak Wakil Bupati Aceh Tengah. Juga ada ibu Ketua DPRK, Ada bapak Kapolres, Bapak Dandim, Ketua Mahkamah Syar’iyah. Kemudian juga Ketua MPU, Pak Sekda, Asisten. Dari PLN juga, Basarnas juga hadir Camat, Reje dan beberapa tokoh masyarakat. Hari ini tanggal 28 Mei 2025, kita berada di Kampung Toweren tepatnya di Kantor Basarnas. Dengan harapan yang sama, kita menyampaikan sikap dan menandatangani himbauan bersama dalam upaya pelestarian danau yang kita cintai ini,” sebut Haili
“Mudah-mudahan hari ini menjadi saksi bahwa kita harus menyelamatkan Danau Lut Tawar dengan secara bersama-sama. Dengan soliditas dan kebersamaan yang terbangun, maka semua program itu dapat berjalan dengan baik. Ini adalah tugas kita bersama untuk anak cucu kita.” Pungkasnya.
Pernyataan sikap dan himbauan bersama ini diharapkan menjadi tonggak sejarah bagi upaya pelestarian Danau Laut Tawar, mewujudkan harapan masyarakat Aceh Tengah untuk memiliki danau yang bersih, lestari, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. (IMH/ProkopimAT)
