Kementerian Ekraf Selenggarakan Sinema Rakyat Di Takengon, Wabup Muchsin : Semoga Menjadi Hiburan dan Dapat Membangkitkan Ekonomi Rakyat

2

Takengon – Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, M.SP, membuka kegiatan Pemutaran Sinema Rakyat yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia di Taman Budaya Negeri Gayo, Jumat (19/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dandim 0106 Aceh Tengah, perwakilan Kapolres Aceh Tengah, perwakilan DPC Partai Demokrat Kabupaten Aceh Tengah, Ketua BKMT Aceh Tengah, serta sejumlah kepala SKPK terkait.

Pemutaran Sinema Rakyat ini menghadirkan berbagai tontonan bagi masyarakat Aceh Tengah. Pada pagi hari, masyarakat disuguhkan film Nussa, Keluarga Cemara 1, serta dua film lokal, yakni Depik Terakhir dan Tree in White. Sementara pada malam harinya, sebagai bagian dari peresmian kegiatan, masyarakat berkesempatan menyaksikan film Seni Merayu Tuhan, yang saat ini sedang tayang di bioskop Indonesia.

Dalam sambutannya, Wabup Muchsin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Ekonomi Kreatif yang telah memilih Kabupaten Aceh Tengah sebagai lokasi pelaksanaan Pemutaran Sinema Rakyat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Ekonomi Kreatif, khususnya Bapak Menteri Ekonomi Kreatif, Bapak Teuku Riefky Harsya, yang telah memilih Kabupaten Aceh Tengah, khususnya Takengon, untuk menjadi tempat pelaksanaan kegiatan Sinema Rakyat,” ujar Wabup Muchsin.

Menurutnya, kehadiran kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, khususnya subsektor perfilman di daerah.

Wakil Bupati juga menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu Kabupaten Aceh Tengah mengalami bencana hidrometeorologi yang berdampak terhadap masyarakat dan berbagai sektor kehidupan. Oleh karena itu, kehadiran kegiatan Sinema Rakyat di Takengon diharapkan dapat menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk kembali membangun semangat setelah menghadapi masa sulit.

“Beberapa waktu lalu Aceh Tengah dilanda bencana hidrometeorologi. Tentu masih ada luka dan kesedihan yang dirasakan masyarakat. Kami berharap melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat kembali membangun semangat, memulihkan rasa luka, sekaligus menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Wabup Muchsin.

Ia menambahkan, kegiatan ekonomi kreatif memiliki potensi untuk terus dikembangkan di Aceh Tengah, mengingat daerah ini memiliki kekayaan budaya, kreativitas generasi muda, serta potensi pariwisata yang dapat menjadi bagian dari pengembangan industri kreatif.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Muchsin juga menyampaikan harapan agar Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dapat berkunjung langsung ke Kabupaten Aceh Tengah untuk melihat berbagai potensi ekonomi kreatif yang dimiliki daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Sementara itu, Doni Setiawan, selaku Direktur Film, Animasi, dan Video, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan komunitas perfilman di Aceh menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi sesuatu yang patut diapresiasi, terlebih Aceh hingga saat ini belum memiliki jaringan bioskop seperti sejumlah daerah lainnya.

Doni menyampaikan bahwa kondisi tersebut tidak menghalangi masyarakat dan komunitas kreatif di Aceh untuk terus berkarya dan menghasilkan film-film lokal.

Doni juga menghimbau kepada masyarakat yang menyaksikan film Seni Merayu Tuhan agar tidak melakukan perekaman selama film diputar. Hal tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap karya para sineas dan insan perfilman Indonesia.

“Saya berharap kepada masyarakat untuk menikmati film Seni Merayu Tuhan dan tidak merekam film ini, Mari bersama kita hargai karya anak bangsa sehingga perfilman di Indonesia terus berkembang,” ujar Doni dalam sambutannya.

Melalui kegiatan Sinema Rakyat ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berharap geliat perfilman dan ekonomi kreatif di daerah semakin berkembang. Selain memberikan hiburan kepada masyarakat, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membuka ruang bagi para pelaku seni dan komunitas lokal untuk terus berkarya, memperkenalkan potensi daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Aceh Tengah. (M/ProkopimAT)