Kementerian Transmigrasi Upayakan Rumah Kopi Jagong Jeget Dibangun 2027, Anggaran Direncanakan Rp. 2 Miliar

10

Jakarta – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terus mendorong pengembangan kawasan transmigrasi berbasis komoditas unggulan daerah. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui rencana pembangunan Rumah Kopi di kawasan transmigrasi Ketapang Nusantara, Kecamatan Jagong Jeget, yang diupayakan dapat direalisasikan pada 2027.

Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si., bersama Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Kementerian Transmigrasi RI, Drs. Nirwan Ahmad Helmi, M.M., di Kantor Pusat Kementerian Transmigrasi, Jalan TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2026).

Pertemuan tersebut menindaklanjuti rekomendasi hasil riset Tim Ekspedisi Patriot tahun 2025 yang mengusulkan pembangunan Rumah Kopi untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan sekaligus mendorong hilirisasi kopi di kawasan transmigrasi Ketapang Nusantara.

Nirwan Ahmad Helmi menyampaikan bahwa pihaknya akan mengupayakan pembangunan Rumah Kopi di Jagong Jeget pada 2027. Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kopi Aceh Tengah, memperkuat proses pengolahan, serta mendorong produk kopi lokal memenuhi standar pasar internasional dan ekspor.

“Insya Allah, pada tahun 2027 kita upayakan pembangunan Rumah Kopi di Jagong Jeget. Kita berharap kualitas kopi dari kawasan transmigrasi Ketapang Nusantara semakin baik, memiliki standar yang berorientasi ekspor, dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat”, ujar Nirwan.

Pembangunan Rumah Kopi tersebut direncanakan dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp. 2 miliar, terdiri atas Rp. 1,5 miliar untuk pembangunan fisik dan Rp. 500 juta untuk pengadaan peralatan pengolahan kopi.

Sementara itu, Bupati Haili Yoga menyampaikan bahwa pembangunan tersebut perlu disinergikan dengan program kementerian lainnya agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia mencontohkan dukungan Kementerian Pertanian berupa bibit kopi dan mulsa yang telah diterima dan ditanam, sehingga dapat diperkuat dengan fasilitas pengolahan melalui program Kementerian Transmigrasi.

“Kolaborasi antarkementerian sangat penting. Kementerian Pertanian sudah membantu bibit dan sarana pertanian, kemudian Kementerian Transmigrasi mengupayakan Rumah Kopi. Harapannya, hasil produksi petani tidak hanya berhenti pada penanaman, tetapi berlanjut sampai pengolahan, peningkatan kualitas, dan pemasaran hingga ekspor”, kata Haili Yoga.

Ia juga menyoroti potensi keterlibatan generasi muda dalam pengembangan kopi Aceh Tengah. Dengan dukungan teknologi, pendampingan, dan fasilitas yang memadai, anak muda diharapkan mampu menghasilkan produk kopi berkualitas konsisten sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja di kawasan transmigrasi.

Selain Rumah Kopi, pertemuan tersebut turut membahas kebutuhan pembangunan pasar rakyat di kawasan transmigrasi Ketapang Nusantara, Kecamatan Jagong Jeget, menyusul musibah kebakaran yang berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat.

Nirwan menjelaskan bahwa Kementerian Transmigrasi akan melihat kemampuan anggaran yang tersedia. Apabila terdapat keterbatasan anggaran, pihaknya akan menjajaki koordinasi dengan Kementerian Perdagangan maupun kemungkinan dukungan pihak ketiga untuk membantu memenuhi kebutuhan pembangunan pasar tersebut.

Pasar rakyat dinilai penting sebagai pusat aktivitas perdagangan masyarakat, sedangkan Rumah Kopi diharapkan menjadi sarana pengembangan komoditas unggulan. Kedua kebutuhan ini diharapkan dapat saling mendukung dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi Jagong Jeget.

Dalam pertemuan tersebut, Nirwan Ahmad Helmi turut didampingi Direktur Pengembangan Produk Unggulan Transmigrasi, Sofyan Hanafi. Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berharap koordinasi ini dapat ditindaklanjuti melalui program dan dukungan anggaran yang terukur sehingga potensi kopi serta aktivitas ekonomi masyarakat kawasan transmigrasi semakin berkembang. (RH/ProkopimAT)