Takengon – Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si bersama Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan, MSP beserta segenap unsur jajaran Pimpinan Daerah Aceh Tengah, menerima dengan hangat Kunjungan kerja Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni MA. Ph.D, bersama Dominic Jermey CVO, OBE selaku Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste, dari Kedutaan Besar Inggris (British Embassy) RI, bersama rombongan.
Disambut balutan upoh ulen-ulen, tarian selamat datang dan prosesi tepung tawar sebagai simbol penerimaan masyarakat Aceh Tengah kepada Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni MA. Ph.D., bersama Dominic Jermey CVO, OBE selaku Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, dari Kedutaan Besar Inggris (British Embassy) RI, bersama rombongan tersebut di Kediaman Dinas Pendopo Bupati Aceh Tengah, Pada Rabu Malam (18/06/2025).
Selanjutnya diawali dengan jamuan Diplomasi Kuliner, atau gastrodiplomasi, sebagai bentuk diplomasi publik yang menggunakan makanan sebagai alat untuk mempromosikan budaya, meningkatkan brand awareness suatu negara, dan membangun hubungan internasional, khusus dalam kesempatan tersebut memperkenalkan kuliner beragam Cecah (Sambal) Gayo kepada Duta Besar Inggris.
Bupati Aceh Tengah, dalam kesempatan itu memperkenalkan serta menyuguhkan 5 sajian cecah (Sambal) khas Gayo yang berbeda bentuk dan rasa pada Dubes Inggris, diantaranya Cecah Bajik, Cecah Ries, Cecah Depik dipadukan dengan Terong Anggur (Terong Belanda), Cecah Kekulit, serta Cecah Terong Padul (Tomat Cherry).
Selanjutnya pada kesempatan tersebut, dalam kata sambutan resmi dan ucapan selamat datang nya, sekaligus atas nama Masyarakat dataran tinggi Tanoh Gayo, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, mengucapkan selamat datang kepada Menteri Kehutanan RI dan Duta Besar Inggris untuk Indonesia beserta rombongan di dataran Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.
“Selamat datang kami ucapkan kepada Bapak Menteri dan Bapak Dubes Inggris beserta rombongan di Kabupaten penghasil Kopi terbaik di Dunia, Terima kasih atas kunjungan yang juga sebagai bentuk nyata komitmen bersama Pemerintahan Pusat serta Daerah untuk dalam menjaga kelestarian hutan alam dan lingkungan khususnya di Kabupaten Aceh Tengah”, Ungkap Bupati Haili Yoga.
“Dalam kesempatan yang sangat berharga ini izinkan kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak terutama kepada kementerian kehutanan RI dan kedutaan besar Inggris melalui berbagai bentuk dukungan diplomatik maupun program kerja sama konservasi termasuk inisiatif kolaboratif dalam konservasi satwa liar di landscape peusangan yang saat ini telah dikembangkan sebagai model pengelolaan kawasan hutan berkelanjutan berbasis masyarakat”, Lanjutnya.
Kemudian Bupati Aceh Tengah menambahkan, saat ini landscape peusangan bukan hanya kawasan penting secara ekologis, tetapi juga sumber kehidupan bagi masyarakat lokal yang menggantungkan hidup dari hasil hutan bukan kayu pertanian berkelanjutan dan sektor jasa lingkungan lainnya.
“Di kawasan ini kami berupaya menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, semoga melalui kunjungan ini dapat terbangun jembatan persahabatan yang lebih kokoh antara Pemerintahan Pusat dan Daerah serta antara Indonesia dan Inggris khususnya dalam bidang konservasi lingkungan pengelolaan hutan lestari dan juga pembangunan hijau berkelanjutan”, Pungkas Bupati Haili Yoga menutup sambutannya.
Menanggapi hal tersebut, dalam kesempatan yang sama, Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni MA.Ph.D, mengatakan rasa syukur dan bahagia dapat berada di tengah-tengah masyarakat tanoh Gayo. selanjutnya juga mengapresiasi Diplomasi Sambal ala Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey melakukan pendekatan unik dalam berdialog dengan berbagai pihak, tokoh, hingga pemangku kepentingan di Indonesia, yakni dengan ”diplomasi sambal”.
Dengan diplomasi sambal, Jermey menunjukkan bahwa hubungan antarnegara tidak hanya dibangun melalui perjanjian dan pertemuan resmi, tetapi juga melalui pengalaman budaya, dan dalam hal ini, sepiring sambal yang pedas dan menggugah selera.
“Salam Lestari, Kami sangat mengapresiasi dan merasa bahagia atas sambutan yang luar biasa dari masyarakat tanah gayo yang wilayah nya secara geografis berada di wilayah pegunungan dengan keberadaan danau dan alam serta yang paling menarik sambal nya tadi yang beragam, unik dan dengan rasa yang luar biasa ,” Ujar Mentan membuka sambutannya.
Lebih lanjut Mentan juga mengapresiasi telah berjalannya Program Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI Aceh) inisiasi WWF, hasil komitmen dari pertemuan Raja Inggris bersama Presiden Prabowo yang berkomitmen menyumbangkan lahan seluas 20.000 Ha bahkan saat ini Presiden memberikan peluang hingga 80.000 Ha untuk konservasi dan penanganan komplik Gajah, serta dengan keterlibatan WWF menjadi mitra strategis untuk mengkongkritkan hal tersebut.
Sebagaimana diketahui WWF dengan PT. THL menjalin koordinasi intensif untuk merumuskan dan melaksanakan program strategis dalam rangka mengkongkritkan komitmen tersebut, WWF dan PT. THL berkoordinasi dengan Ditjen KSDAE-BKSDA Aceh (Kementerian Kehutanan) untuk merumuskan dan melaksanakan program strategis dalam rangka mengkongkritkan komitmen tersebut, WWF juga berkoordinasi dengan Keduataan Besar Inggris untuk Indonesia dan Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO-UK) untuk menyepakati Project Preparation Advance dan kegiatan quick win.
Akhirnya Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni MA.Ph.D., sebelum menutup sambutannya berharap semoga 3 pilar Pembangunan berbasis lingkungan dapat berjalan dengan baik, yaitu Hutan Wajib Lestari, Pembangunan tidak berhenti dan Kesejahteraan masyarakat itu pasti. (HMA/ProkopimAT)
